Postingan

Pesan Penting Di Balik Meninggalnya Mariam Fadila

Gambar
KABAR meninggalnya ramai dipublikasi dan diperbincangkan di berbagai grup media sosial, baik keluarga besar di kampung maupun diaspora Manggarai Barat, NTT di berbagai kota di Indonesia. Jujur, saya tak begitu tahu dan paham awalnya. Karena saya tak mengenal dekat dengan sosoknya. Saya pernah bertemu hanya beberapa kali saat ia masih kecil di Cereng, sebuah kampung di pelosok Manggarai Barat, NTT. Tapi nama panggilannya selalu saya ingat: Dila.  Beberapa akun media sosial mempublikasi video rekaman dan foto pasca kecelakaan terjadi. Beberapa keluarga di kampung dan diaspora Manggarai Barat di Mataram dan sekitarnya menyebar hal yang sama. Bahkan akun facebook istri saya pun mendapat tag kabar juga video dan foto almarhumah setelah kejadian. Saya bingung dan penasaran, siapa gerangan yang meninggal dan apa sebab musababnya. Dan berbagai pertanyaan layaknya seorang yang memang tak paham apa-apa.  Saya pun menghubungi beberapa orang untuk mendapatkan informasi yang lebih valid. S...

Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto

Gambar
BERBAGAI peristiwa memalukan dan memilukan telah terjadi beberapa bulan bahkan hari ke belakang. Mata, telinga dan hati kita menjadi saksi betapa negeri ini masih tertatih-tatih untuk maju ke titik yang mestinya kita sudah sampai sejak lama: memimpin dunia. Praktik korupsi yang semakin menjadi-jadi, penegak hukum yang terkesan tebang pilih, pemborosan anggaran yang terkesan disengaja, jabatan ganda yang tak memperdulikan kritik dan berbagai masalah lainnya merupakan tembok kokoh yang membuat negara kita berjalan di tempat bahkan mundur ke belakang.  Bayangkan saja, mantan Ketua KPK Firli Bahuri yang sudah jadi tersangka belum juga ditangkap. Para koruptor yang mestinya diburu dan dimasukkan ke dalam penjara masih berpesta pora dan nyaris tak ada yang mampu memasukkan mereka ke dalam penjara. Kondisinya bertambah parah ketika terpidana masih bisa berlenggang dan muncul di layar TV. Bahkan masih menerima gaji dan fasilitas dari negara atau APBN karena masih menjadi komisaris di BUMN....

Presiden Prabowo Mesti Tegas!

Gambar
KITA harus akui secara jujur, ada banyak penjilat sekaligus kaum pragmatis yang mengemis dan mendapat jatah kekuasaan dan proyek di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini. Baik menjelang pilpres 2024 lalu maupun setelah pelantikan presiden 20 Oktober 2024 lalu, bahkan hingga saat ini. Mereka berwajah ganda dan jago bersilat lidah. Karena itulah modal mereka selama ini. Mereka memang jago memoles wajah dan kata untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.  Makanya saya bilang sejak awal: Presiden Prabowo ini terlalu baik dan tulus. Dan akhirnya dilema sendiri. Tapi tak ada jalan lain, saatnya Presiden Prabowo bersikap tegas. Mesti membuka jalan perbaikan dan perubahan. Di sinilah saatnya Presiden Prabowo mesti tegas dan mengambil posisi yang lebih sigap. Tak ada kompromi pada mereka yang asal-asalan. Apalagi pada mereka yang hanya menjual basis massa untuk kepentingan pribadinya: kursi, perut dan keluarga.  Kaum pragmatis dan pengemis itu yang mestinya tahu diri. Tidak t...

TGH. Safwan Hakim: Jadilah Seperti Air Putih!

Gambar
BEBERAPA waktu lalu, secara berturut-turut sejak 2023 hingga 2024, saya mendapat kesempatan untuk silaturahim ke Pondok Pesantren Nurul Hakim, tempat saya nyantri puluhan tahun silam, tepatnya pada medio 1996-2002, dari MTs hingga Madrasah Aliyah.  Pada kesempatan itu saya diundang juga untuk mengisi beberapa kegiatan di pondok seperti bedah buku dan pelatihan menulis yang dihadiri para santri putra dan putri. Baik yang diadakan di Masjid Firdaus maupun di Masjid al-Walidaen.  Beberapa kesempatan saya manfaatkan untuk berkeliling di seluruh asrama dan sekolah, terutama di kompleks putra, baik umum dan MQNH maupun SMK dan PPKh KMMI Putra. Hal ini saya lakukan untuk mengenang kembali masa lalu saat saya nyantri di Nurul Hakim.  Pada beberapa tempat, terutama di gerbang masuk dan beberapa tembok, saya menemukan ungkapan bijak atau kalimat motivasi yang benar-benar membuat saya kembali kepada suasana masa lalu. Saya teringat dengan nasehat dan kalimat bijak para Ustadz ketika...

Souvenir Bintang Mahaputra

Gambar
Saudaraku, Bintang Mahaputera, sejak mula, diciptakan sebagai mahkota kenegaraan: tanda bahwa republik tahu cara menghormati putra bangsa terbaik. Simbol ini pernah menghiasi dada Jenderal Soedirman—panglima gerilya yang dengan paru-paru yang tinggal separuh tetap memimpin perang mempertahankan republik.  Ia pernah bersinar di dada Mohammad Natsir—perdana menteri yang dengan Mosi Integral menyatukan kembali Indonesia dalam bentuk NKRI. Ia juga pernah terpancang di dada Ki Hajar Dewantara—bapak pendidikan nasional, yang dengan Taman Siswa mencetak generasi merdeka, juga perancang pasal-pasal pendidikan dan kebudayaan dalam konstitusi. Di dada mereka, bintang itu tampak wajar, seakan hanya melanjutkan sinar pengabdian yang memang telah terpancar dari hidup mereka. Bintang itu bukan sekadar logam, melainkan pantulan dari jasa dan pengorbanan yang tulus bagi bangsa. Tetapi kini, sejarah berbalik arah. Bintang Mahaputera, yang dulu dipersembahkan untuk para pemikul beban republik, kini ...

Spirit al-Qolam dan Giat Literasi Prof. Haedar Nashir

Gambar
MEMBACA merupakan salah satu perintah utama dalam al-Qur’an (al-Alaq: 1). Selain itu, al-Quran juga menegaskan untuk menulis. (al-Alaq: 4-5). Bagaimana pun, manusia adalah makhluk yang paling sempurna diciptakan oleh Allah diantara semua makhluk ciptaan-Nya. Sebab, manusia diberi anugerah oleh Allah berupa indera yang dapat digunakan untuk memperoleh pengetahuan.  Dari pengetahuan inilah manusia dapat mengelola bumi, menundukkan makhluk lain untuk dimanfaatkan bagi kelangsungan hidupnya, membuat suatu perubahan di atas dunia, hingga mampu mengenal Tuhan yang menciptakan dirinya. Ilmu pengetahuan manusia boleh jadi didapatkan dari hasil  pembelajaran mereka sendiri. Dan itu sebuah kekayaan dan anugerah yang sangat bernilai dari Allah untuk hamba-Nya.  Namun perlu untuk diketahui bahwa dalam pembelajaran itu, terdapat kontribusi Allah, Zat yang Maha Mengetahui segala sesuatu, yang mengajari manusia dengan perantaraan qalam. Manusia dengan keterbatasannya pasti membutuhkan i...

Mengenang TGH. Musleh Kholil

Gambar
"Telah meninggal dunia hari ini Kamis 21 Agustus 2025, pukul 12.00 WITA TGH. Musleh Kholil.  Jenazah disesemayangkan di rumah duka di Lelede, Banyumulek, Lombok Barat, NTB . Dan Insha Allah Almarhum akan dimakamkan pada hari Jumat, 22 Agustus 2025 setelah shalat Jumat, tempat di TPU Lelede, Banyumulek,” begitu kabar dari beberapa alumni Ponpes Nurul Hakim dan aktivis muslim di NTB melalui akun media sosial mereka yang saya baca siang ini, Rabu 21 Agustus 2025.  Kabar tersebut mengingatkan saya pada sosok TGH. Musleh Kholil pada puluhan tahun silam. Saya berasal dari Manggarai Barat, NTT. Setelah lulus pendidikan sekolah dasar (SD), tepatnya Sekolah Dasar Katolik (SDK) pada 1996, saya langsung merantau untuk melanjutkan pendidikan di MTs dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Hakim di Kediri, Lombok Barat, NTB, dari tahun 1996 hingga 2002 silam.   Di salah satu pondok pesantren terbesar di NTB ini saya mendapatkan pembinaan, pengasuhan dan pengajaran dari banyak u...