Presiden Prabowo Mesti Tegas!
Makanya saya bilang sejak awal: Presiden Prabowo ini terlalu baik dan tulus. Dan akhirnya dilema sendiri. Tapi tak ada jalan lain, saatnya Presiden Prabowo bersikap tegas. Mesti membuka jalan perbaikan dan perubahan. Di sinilah saatnya Presiden Prabowo mesti tegas dan mengambil posisi yang lebih sigap. Tak ada kompromi pada mereka yang asal-asalan. Apalagi pada mereka yang hanya menjual basis massa untuk kepentingan pribadinya: kursi, perut dan keluarga.
Kaum pragmatis dan pengemis itu yang mestinya tahu diri. Tidak terus-terusan merusak pemerintahan Prabowo dari dalam. Mereka bermanis kata dan muka di depan Prabowo, tapi di belakang mereka menjelek-jelekkan. Mereka sangat jahat dan memiliki agenda busuk yang merusak kepemimpinan juga citra Prabowo. Karena tujuan mereka jelas: jabatan dan proyek. Hanya itu. Bukan yang lainnya. Adapun mereka terlihat petantang petenteng, itu hanya gimik.
Mereka engga mau bela dan sukseskan program Presiden Prabowo. Mereka sibuk mengeruk jatah. Jatah dan jatah. Mesti dapat apa lagi dan apa lagi. Itu saja. Mereka menelikung Prabowo dengan agenda terselubung. Pura-pura terlihat kerja, padahal cuma basa-basi. Mereka musuh dalam selimut di kepemimpinan Prabowo. Bila tidak diakhiri dan tidak disingkirkan dari sekarang, maka Presiden Prabowo bakal kena dampak buruknya.
Sebab merekalah sesungguhnya yang bangsat dan tolol. Sehingga merusak citra Prabowo dan citra bangsa ini di mata dunia. Makanya, merekalah sesungguhnya yang harus dilawan oleh masyarakat. Karena bukan saja jadi benalu bagi Presiden Prabowo, tapi juga bagi bangsa ini. Presiden Prabowo mestinya berani dan tak perlu ragu lagi. Geser semua kaum pragmatis dan pengemis itu. Buang mereka dari barisan kepemimpinannya. Mereka benalu dan penipu ulung.
Bila perlu, mereka yang terlibat korupsi, langsung dihukum berat. Mereka yang jadi mafia langsung ditepikan. Mereka yang justru jadi penghambat terlaksananya program pembangunan langsung dibuang. Jangan ada tawar menawar. Presiden Prabowo mesti tampil gagah karena kekuasaan yang didapat merupakan hasil pemilihan langsung oleh rakyat. Bukan oleh kaum pragmatis dan pengemis itu. Mereka tak ada jasa apapun. Yang berjasa adalah pemilih, rakyat Indonesia. Kita menanti keberanian Presiden Prabowo. (*)
* Oleh: Syamsudin Kadir, Penikmat Jagung dan Ubi Bakar di Cikini, Jakarta
Komentar
Posting Komentar