Postingan

Ketika Cinta Berujung Tragis

Gambar
Rafa adalah anak muda berusia 18 tahun yang baru setahun lulus dari sebuah sekolah menengah. Lelaki berparas coklat ini sudah dikenal oleh Mita sejak kecil. Walau usianya lebih tua 4 tahun dari Rafa, Mita begitu tertarik untuk menjalin hubungan pertemanan. Bahkan belakangan sampai berpacaran yang berujung tragis: penjara, terluka dan meninggal dunia.  "Mas, bisa beresin motorku ya, mau dipakai berangkat kuliah," ucap Mita pada Rafa di sebuah bengkel tempat Rafa bekerja.  "Boleh Mba. Ngomong-ngomong, mengapa engga diantar sama saudara saja?", respon Rafa sembari bertanya dengan penuh penasaran.  "Aku engga punya saudara Mas, pacar juga belum punya. Kalau Mas, gimana?", tanya Mita. "Aku baru lulus sekolah, usia juga masih 18 tahun. Lebih muda dari Mba. Tapi aku ingin cepat menikah, biar bisa bangun rumah tangga," jawab lelaki yang berambut lurus ini.  Tak lama kemudian, motor sudah bisa dipakai. Khawatir selama perjalanan ke kampus ban motor kembal...

Langkah MUI Menghadapi Fenomena LGBT

Gambar
MUNCULNYA kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) belakangan ini menimbulkan keresahan di berbagai kalangan dan masyarakat luas. Kelompok ini bukan saja menjadi fenomena di Indonesia, tapi juga menjadi fenomena di berbagai negara di dunia, terutama di negara-negara Barat. Baik dalam bentuk gerakan dan pengusungan isu maupun dalam bentuk diskusi dan aksi demonstrasi secara terbuka.  Tahun 2025, populasi LGBT global diperkirakan 10% dari populasi dunia atau sekira 750 juta jiwa. Di Indonesia, populasi LGBT diperkirakan 3% dari 290 juta jiwa penduduk atau sekira 8,7 juta jiwa. Indonesia ditengarai sebagai negara peringkat 5 tertinggi di dunia. Per April 2026, propinsi dengan jumlah LGBT tertinggi di Indonesia yaitu Jawa Barat (302.000 orang), Jawa Timur (300.000 orang), Jawa Tengah (218.000 orang), Jakarta (43.000 orang), dan Sumatra Barat (18.000 orang). Totalnya adalah 881.000 orang. Sisanya 7.819.000 orang tersebar di berbagai propinsi lainnya.  Fenomena LGBT...

Jejak Tak Terlupakan

Gambar
SAYA berasal dari Cereng, sebuah kampung kecil di Manggarai Barat, NTT. Ia berada di Desa Golo Sengang, Kecamatan Sano Nggoang. Ia merupakan salah satu kampung yang jauh dari keramaian kota, apalagi Kota Labuan Bajo yang masuk kategori kawasan ekonomi khusus atau KEK Nasional. Akses ke kampung ini membutuhkan waktu sekian jam, belum tersentuh air PDAM dan jalan beraspal.  Saya merupakan anak ke-4 dari 9 bersaudara dari Bapak Abdul Tahami dan Ibu Siti Jemami. Setelah menempuh pendidikan sekolah dasar di SDK Cereng medio 1990-1996, akhirnya pada Mei 1996 saya melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Nurul Hakim di Kediri, Lombok Barat, NTB. Setelah itu, pada 2002 saya melanjutkan pendidikan tinggi di UIN Bandung, lalu setelah kelak pindah ke Cirebon ke IAI yang kini menjadi UI Bunga Bangsa Cirebon.  ** Pada Senin 4 Oktober 2010 saya dan  Uum Heroyati menikah, setelah berkenalan 2 tahun lebih. Kami menikah di Subang, Jawa Barat. Kala itu, saya masih mengajar di sekolah swa...

Analisis Sosial; Pemantik untuk IMM

Gambar
PADA Sabtu 30 Mei 2026, saya mendapat kesempatan menjadi salah satu narasumber acara Darul Arqam Dasar (DAD) Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Faqih Usman yang berlangsung di SMK Muhammadiyah Lemahabang, Kabupaten Cirebon-Jawa Barat. Pada kesempatan berharga ini saya didaulat untuk menjelaskan materi “Analisis Sosial”.  Saya berpandangan bahwa materi ini sangat penting dan relevan. Bagaimana pun, mahasiswa yang umumnya berusia muda, memiliki gejolak yang lebih emosional dan bersifat idealis. Mahasiswa pada hakikatnya selalu menjadi kelompok terdidik  yang mampu menghadirkan perubahan sosial. Mereka pun kerap terpanggil untuk kepentingan masyarakat lemah atau dilemahkan, termasuk masyarakat yang tidak mendapatkan kesejahteraan dan keadilan.  Mahasiswa menjadi aktor perubahan (actor of change) untuk seluruh elemen, baik pada mahasiswa itu sendiri maupun kepada masyarakat luas, juga bangsa dan negara, mahasiswa memiliki kemampuan yang kritis yang d...

Dari Pendidikan Keluarga untuk Generasi Kuat

Gambar
PENDIDIKAN keluarga merupakan salah satu lembaga pendidikan utama dan pertama dalam kehidupan umat manusia, terutama dalam kehidupan keluarga muslim. Kesuksesan pendidikan keluarga akan berdampak pada ketenangan hidup sebuah keluarga. Bahkan dengan proses pendidikan yang berhasil akan berdampak pada peran sosial keluarga pada lingkungan atau masyarakat luas.  Hal tersebut merupakan salah satu pesan pada  Kajian Keluarga Sakinah yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Jumat 22 Mei 2026. Acara yang berlangsung di Masjid Mujahidin Muhammadiyah Sumber dan dihadiri 60-an jamaah tersebut mengangkat tema "Generasi Penyumbat” dengan narasumber Ustadz Ahmad Mapparumpa, S.Ag., M.Pd., Ketua Dewan Pakar Majelis Tablig PDM Kabupaten Cirebon.  Keluarga yang tersumbat dari kebaikan hingga sakinah umumnya ditentukan oleh dua sosok penting, yaitu suami dan istri sebelum kelak keduanya menjadi orangtua untuk anak-anak mereka. Karena itu, p...

Cantiknya Bukit Muhammadiyah Di Manggarai Barat NTT

Gambar
MUHAMMADIYAH memang selalu membuat kejutan demi kejutan baru. Bukan saja bagi warga persyarikatan khususnya tapi juga bagi warga non Muhammadiyah pada umumnya. Pada suasana negara termasuk Manggarai Barat atau Mabar NTT dirundung bencana non alam: Covid-19, medio 2020-2022 lalu, yang  menimbulkan dampak dalam banyak aspek, justru dari Muhammadiyah kita mendapat kabar unik dan menarik. Tepatnya dari salah satu aset Muhammadiyah. Ya, bukit Muhammadiyah, demikian saya menyebutnya, yang terletak di Kampung Lemes, Macang Tanggar, Manggarai Barat-NTT tetiba dan mendadak terkenal. Setelah sekian waktu “dipenjara” untuk menghindari dampak Covid-19, warga Labuan Bajo dan sekitarnya kalau itu begitu berani dan ramai mengunjungi tempat yang luasnya sekitar 62 hektar ini. Bahkan keluarga saya dari kampung pun berkunjung ke tempat ini.  Saya sendiri belum pernah berkunjung ke salah satu aset terbesar Muhammadiyah ini. Namun dari berbagai video dan foto yang dipublikasi di jagat maya oleh p...

Urgensi Keteladanan Di Dunia Pendidikan

Gambar
Akhir-akhir ini dunia pendidikan Indonesia masih saja mengalami berbagai masalah dan tantangan serius juga pelik. Dari guru dicela secara terbuka oleh para siswanya dan mahasiswa tersangkut kasus amoral, hingga oknum dosen terlibat kasus korupsi dan berbagai kasus lainnya. Bahkan tak sedikit para penggawa pendidikan yang terjebak pada kasus hukum seperti korupsi, perselingkuhan dan pemalsuan ijazah juga gelar.  Hal tersebut terungkap dalam acara Pengajian Bulanan Hari Ber-Muhammadiyah Keluarga Besar Muhammadiyah dan Aisyiyah Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang berlangsung pada Ahad 3 Mei 2026 di Masjid Mujahidin, Sumber, Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini dilangsungkan dalam rangka meneguhkan silaturahim keluarga besar Muhammadiyah dalam lingkup Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumber.  Pada kajian yang bertema "Refleksi Hardiknas untuk Peradaban Keislaman dan Keindonesiaan" ini menghadirkan Prof. Dr. H. Hajam, MA., Wakil Rektor III UIN Siber Syeikh Nurjati Cirebon, ...