Postingan

Selamat Jalan Sahabatku Mas Afif Rivai!

Gambar
SAYA baru saja menuntaskan aktivitas sore membaca al-Qur’an bersama keluarga kecil saya, menjelang azan magrib tiba. Sesaat setelah itu, saya menengok facebook beberapa wartawan senior dan kolega saya. Salah satu yang saya tengok adalah akun Facebook Mas Raswidi Hendra Suwarsa, akrab saya sapa Kang Raswidi. Ia merupakan salah satu penggawa di Radar Cirebon Grup, yang belakangan aktif sebagai pembaca acara Talkshow “Ngopi Dingin” di Radar Cirebon Televisi (RCTV) setiap pukul 08.00 WIB.  Pada akun facebook-nya per-Kamis 5 Februari 2026 pukul 18.21 WIB, Kang Raswidi men-share informasi perihal meninggalnya salah satu sahabat dekat saya, Mas Afif Rivai. Karena waktu magrib cukup mepet, saya dan keluarga kecil saya langsung menunaikan shalat magrib. Setelah itu, saya langsung menghubungi keluarga Mas Afif, tepatnya adik kandung Mas Afif.  Pada Jumat (23/1/2026) dan Rabu (4/2/2026), adiknya juga mengirim kabar dan berkomunikasi dengan saya tentang Mas Afif yang lagi sakit.  Ber...

Khidmat HMI Untuk Indonesia

Gambar
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan Islam yang dikenal solid dan memiliki jejaring yang sangat kuat juga luas di seluruh penjuru nusantara. HMI didirikan di Yogyakarta pada tanggal 5 Februari 1947 bertepatan dengan tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H oleh Lafran Pane bersama 14 mahasiswa lainnya di Sekolah Tinggi Islam (STI), Yogyakarta, yang sekarang kita kenal sebagai Universitas Islam Indonesia (UII).  14 mahasiswa yang dimaksud adalah Kartono Zarkasy (Ambarawa), Dahlan Husein (Palembang), Siti Zainah (istri Dahlan Husein, Palembang), Maisaroh Hilal (cucu pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan, Singapura), Soewali (Jember), Yusdi Gozali (Semarang, juga pendiri PII), M. Anwar (Malang), Hasan Basri (Surakarta), Marwan (Bengkulu), Tayeb Razak (Jakarta), Toha Mashudi (Malang), Bidron Hadi (Kauman-Yogyakarta), Zulkarnaen (Bengkulu), dan Mansyur.  Dari fase berdiri, Orde Lama dan Orde Baru hingga Orde Reformasi, HMI tak sepi dari kritik. Baik dar...

Tradisi Menulis; Tantangan dan Jalan Keluar

Gambar
SAYA adalah pemula dalam dunia kepenulisan. Sebagai pemula, saya kerap mengalami tantangan berat, tiga diantaranya yaitu (1) konsistensi menulis, (2) menjaga tradisi penopang utama seperti aktif membaca buku atau tulisan lain sebagai sumber ide atau inspirasi, dan (3) jam terbang. Dalam level tertentu tiga tantangan ini cukup mengganggu dan bisa-bisa pada waktu tertentu seperti kehilangan daya untuk sekadar melahirkan satu buku di setiap bulannya, bahkan satu artikel pendek di setiap harinya.  Tantangan Penulis Pemula  Pertama, konsistensi menulis. Saya harus akui bahwa di dunia kepenulisan, saya adalah pemula. Levelnya masih ingusan, jauh jaraknya dengan para suhu yang sudah menulis banyak karya, baik buku dan novel maupun artikel lepas yang dipublikasi di berbagai media. Dalam beberapa momentum, saya kadang diserang rasa malas, sehingga tidak bisa menghasilkan satu tulisan pendek sekalipun. Bila dibiarkan terus berlalu tanpa jalan keluar, maka saya bakal terjebak dalam ranja...

Enam Musibah yang Menghapus Dosa

Gambar
Perjalanan hidup kita di dunia ini tak selamanya baik-baik saja. Ada saja selingan yang terlihat "buruk". Tak sedikit yang ditimpa berbagai bencana dan musibah bertubi-tubi. Mereka ditimpa berbagai bencana dan musibah bukan sekali, tapi berkali-kali. Berbagai bencana banjir, gunung meletus dan tanah longsor kerap menjadi peristiwa yang melingkupi kehidupan sebagian kita selama ini.  Dalam memandang berbagai peristiwa tersebut, alangkah baiknya bila kita mendalami salah satu hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau bersabda, "Tidaklah seorang muslim itu ditimpa musibah baik berupa rasa lelah, rasa sakit, rasa khawatir, rasa sedih, gangguan atau rasa gelisah sampai pun duri yang melukainya melainkan dengannya Allah akan mengampuni dosa-dosanya” (HR. Bukhari dan Muslim) Dari hadits tersebut beliau sangat tegas memberi kabar gembira bahwa berbagai musibah yang menimpa kita adalah jalan bagi terhapusnya berbagai dosa yang pernah kita lakukan. Kita harus akui...

Tiga Keajaiban Istighfar

Gambar
Manusia, dalam hal ini kita, apapun latar belakang kita, hidup di dunia ini dengan segala dinamika dan problematikanya. Hal tersebut sangat wajar, sebab kehidupan dunia adalah medan amal sekaligus medan uji. Kehidupan yang kita alami dan mati yang kita alami nanti adalah media uji dari Allah. Allah berfirman, "Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun." (QS. al-Mulk: 2)  Sebagai ciptaan Allah, kita tentu memiliki ujian dan tantangan hidup tersendiri. Ada yang tahan uji, sehingga semakin teguh menjadi hamba Allah yang imannya makin kokoh dan amalnya semakin berkualitas. Namun demikian, ada pula yang tak bisa bertahan, sehingga terjebak pada keluh kesah yang melampaui batas. Bahkan terjebak menjadi manusia yang enggan bersyukur atau menjadi kufur kepada-Nya.  Betapa indahnya Islam dengan segala ajarannya yang sangat mulia dan dapat menjadi jalan keluar bagi kehidupan umatnya. Salah sat...

Bencana dan Kesadaran Ekoteologis Kita

Gambar
BEBERAPA waktu lalu, tiga provinsi di Pulau Sumatra yaitu Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat terkena bencana dahsyat berupa banjir yang meliputi berbagai lokasi. Nyawa manusia lintas usia melayang, warga di berbagai tempat mengungsi dan tak sedikit yang masih mengalami rasa sedih dan sakit karena dampak bencana ini. Kita tentu sangat prihatin dan turut berduka juga bersedih atas kejadian ini.  Bencana serupa juga terjadi di beberapa tempat dengan skala kecil, namun terdampak mengerikan. Banjir di beberapa tempat, misalnya, masih menjadi momok yang menakutkan bagi warga terdampak. Selain tumpukan sampah yang menghalang air mengalir, banjir juga terjadi diduga karena ulah manusia tak bertanggung jawab. Tak sedikit warga yang belum bisa kembali ke rumah masing-masing karena di beberapa tempat, hujan masih turun dengan debet besar.  Bila merujuk Al-Qur'an, kita menemukan firman Allah yang menjelaskan perihal fenomena ini, yaitu fenomena bencana yang merusak. Allah berfirman, "T...

Jadilah Orang Cerdas, Jauhi Toxic!

Gambar
Kehidupan di dunia ini hanya sekali dan tak lama. Walau demikian, di sinilah satu-satunya tempat untuk melakukan kebaikan dan melipatgandakannya menjadi kebaikan yang tak bisa dihitung bilang. Di sinilah letak pentingnya mengambil posisi tegas dalam segala hal. Menjadi orang cerdas dan hidupnya bermakna adalah pilihan tepat.  Pertama, kamu memiliki sedikit teman dari banyak orang. Berteman boleh, tapi jangan pernah ngasal berteman. Berteman harus dibangun di atas kebaikan dan untuk kebaikan. Kalau cuma basa-basi, bikin dosa, buang-buang waktu, lakuin yang sia-sia, dan berbagai hal buruk yang ditimbulkannya, maka berteman semacam itu layak disudahi.  Kedua, kamu merasa sepi di tengah keramaian.  Hidup dengan prinsip yang benar dan kokoh dengannya adalah eksistensi kamu yang sesungguhnya. Karena itu, jangan pernah hidup hanya ikut-ikutan atau sekadar meramaikan suasana sekitar. Kamu harus memilih sikap yang tegas. Bahkan bila itu dianggap menyepi di tengah banyak orang....