Postingan

Jaga Lisan-Tangan, Jaga Circle!

Gambar
Nongkrong bareng temen paling enak kalau adem. Nggak ada yang saling nyindir, nggak ada yang berantem. Nah Islam udah ngajarin caranya dari dulu. Ada hadits pendek tapi nampol banget.    الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ   Kurang lebih begini artinya, "Seorang muslim itu yang bikin muslim lain selamat. Selamat dari gangguan lisan dan juga tangan." (HR. Bukhari). Ini haditsnya shahih, jadi bisa dipegang. "Selamat dari lisan" maksudnya gimana sih? Ya jangan suka ngegibah pas tongkrongan. Jangan suka ngeledek fisik, nama ortu, atau aib orang. Jangan nyebar hoax di grup WA cuma buat lucu-lucuan. Komen pedas di IG juga termasuk lisan lho. Sekali ngetik bisa bikin orang kepikiran sepekan. Padahal kita cuma "iseng doang". Tapi di Islam, iseng yang nyakitin tetap dihitung. Terus "selamat dari tangan" itu apa? Bukan cuma mukul doang. Nggak jahil ngumpetin helm temen juga masuk. Nggak ngerusak barang, nggak nyoret tembok. Nggak...

Mengenang Kakek Tercinta, Bapak Ngempo

Gambar
NAMA lengkapnya Bapak Ngempo atau Kakek Ngempo. Beliau merupakan suami dari nenek saya yaitu Ibu Timur atau ayah dari ibu saya yaitu Ibu Siti Jemami. Seingat saya, saya belum sempat melihat beliau secara nyata. Karena menurut cerita para tetua, termasuk cerita dari salah satu keponakannya asal Naga, Mata Wae, yaitu Bapak Abdul Mispaki, Kakek Ngempo meninggal sekira awal tahun 1980-an, kala sang keponakan masih menempuh pendidikan SMA di Ruteng, Manggarai, NTT. Sementara saya lahir pada 8 Agustus 1983. Beberapa tahun sebelum meninggal dunia, sang kakek kembali menikah. Beliau menikah dengan Ibu Daima atau Nenek Daima. Bila menikah dengan Nenek Timur melahirkan ibu saya atau Ibu Siti Jemami, sementara dari pernikahan dengan Nenek Daima melahirkan empat orang anak yaitu Bibi Siti (Merombok), Bibi Rabia (Golo Mori), Om Mukhtar (almarhum), Om Yakub (Leheng). Setelah Kakek Ngempo meninggal dunia, Nenek Daima menikah dengan Kakek Jeli (Mbuhung), lahirlah Om Husin dan Bibi Semanti. Dari berbag...

Inspirasi Karya Literasi Aisyah Humaira

Gambar
SOSOKNYA memang imajinatif dan kreatif. Dalam banyak kesempatan, ia selalu memilih menggambar daripada bermain yang lainnya. Bila selesai menggambar, ia memilih membaca buku atau sekadar membuka beberapa buku. Bukan saja buku khas anak seusianya, tapi juga buku bacaan kami di rumah. Temanya tentu saja berat, tapi ia tetap membacanya.  Foto yang ada pada cover buku kumpulan foto gambar hasil karyanya ini diambil dari gambar karyanya edisi Selasa 21 Juli 2026. Namanya Aisyah Humaira, akrab disapa Aisyah. Aisyah adalah anak ke-4 dari 5 bersaudara. Anak yang kini berusia 6 tahun 3 bulan ini baru menempuh kelas 1 SD di SDIT Ibnu Abbas, Arumsari, Talun, Cirebon, Jawa Barat.  Sejak kecil ia memang sudah rajin menggambar. Apa pun yang dilihat langsung digambar, termasuk situasi sekitar. Ketersediaan buku gambar di perpustakaan rumah sangat mendukung potensi uniknya ini. Selain memenuhi buku khusus yang sengaja dibeli untuknya, tak sedikit buku kakak dan bundanya turut menjadi korbanny...

Literasi Bola dan Inspirasi Dari Lamine Yamal

Gambar
KITA kembali menatap layar kaca TV atau langsung hadir di MetLife Stadium, East Rutherford, pada Senin 20 Juli 2026 sejak pukul 02.00 WIB. Kali ini berlangsung laga final partai puncak Piala Dunia 2026 antar Spanyol dan Argentina. Laga penuh gengsi dan emosional. Secara spesifik, ini tentang sosok muda yang namanya disebut di banyak tempat, termasuk netizen di seluruh dunia. Nama lengkapnya Lamine Yamal Nasraoui Ebana, akrab disapa Lamine Yamal, atau Yamal.   Sosok yang lahir pada Jumat 13 Juli 2007 ini adalah pemain sepak bola profesional Spanyol yang bermain sebagai penyerang untuk klub La Liga Barcelona dan tim nasional Spanyol. Dikenal karena bakatnya, penciptaan peluang, dan gol-gol melengkung jarak jauhnya, Yamal dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia saat ini. Uniknya, bahkan tanggal pertandingan final piala dunia pun seolah mengikuti kisah hidupnya. Senin 20 Juli 2026. Sepekan setelah ia berusia genap 19 tahun.  Sepak bola level dunia tahun ini memang...

Lima Bateri Kasih Abadikan Cinta

Gambar
PADA Rabu 15 Juli 2026, saya berkesempatan menyaksikan podcast WendiCagurOfficial yang menghadirkan Dokter Aisyah Dahlan, seorang figur yang aktif bermedia sosial dan menjadi narasumber di berbagai forum. Pada kesempatan yang dipandu oleh Wendi dan Andika ini mengulas seputar psikologi dan pertumbuhan anak dan dinamika keluarga.  Pada dasarnya ada banyak hal yang diulas di momentum tersebut. Namun yang paling berkesan bagi saya adalah ketika Dokter Aisyah mengulas tentang lima bahasa cinta atau lima bateri kasih. Bagi saya, ulasan Dokter Aisyah yang runut disertai contoh praktis dalam kehidupan nyata membuat saya tertarik dan mendapatkan pembelajaran berharga.  Dalam kehidupan ini kita membutuhkan energi yang membuatnya berdaya dan bermakna. Energi semacam itu akan berpengaruh terhadap kehidupan kita, baik dalam lingkup pribadi dan keluarga maupun lingkup karier dan sosial. Bagi anak, energi semacam itu akan bertumbuh pesat hingga tua manakala dibangun sejak usia belia atau us...

LGBTQ, Kebebasan atau Kebablasan?

Gambar
BEBERAPA tahun terakhir kita terus diresahkan oleh  kelompok Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, dan Queer (LGBTQ). Mereka gencar berkampanye untuk “pelegalan” dan “penghalalan” perilaku LGBTQ. Karena dampak buruknya semakin nyata, maka berbagai kalangan menyatakan penolakan. Baik dari pejabat pemerintah maupun dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), pakar, para orangtua, tokoh agama dan masyarakat, serta kalangan perguruan tinggi, pesantren juga sekolah. Menurut Dr. Adian Husaini (2023), kelompok LGBTQ umumnya mendasarkan perilaku atau tindakannya pada prinsip kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat yang dikenal "freedom of expression", yang dijamin UUD 1945. Bagi mereka, setiap warga negara dijamin haknya untuk mengemukakan pendapatnya. Jika tidak setuju dengan pendapatnya, maka hak untuk mengemukakan pendapat tetap harus dihormati.  "Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan Undang-Undang dengan mak...

Ketika Cinta Berujung Tragis

Gambar
Rafa adalah anak muda berusia 18 tahun yang baru setahun lulus dari sebuah sekolah menengah. Lelaki berparas coklat ini sudah dikenal oleh Mita sejak kecil. Walau usianya lebih tua 4 tahun dari Rafa, Mita begitu tertarik untuk menjalin hubungan pertemanan. Bahkan belakangan sampai berpacaran yang berujung tragis: penjara, terluka dan meninggal dunia.  "Mas, bisa beresin motorku ya, mau dipakai berangkat kuliah," ucap Mita pada Rafa di sebuah bengkel tempat Rafa bekerja.  "Boleh Mba. Ngomong-ngomong, mengapa engga diantar sama saudara saja?", respon Rafa sembari bertanya dengan penuh penasaran.  "Aku engga punya saudara Mas, pacar juga belum punya. Kalau Mas, gimana?", tanya Mita. "Aku baru lulus sekolah, usia juga masih 18 tahun. Lebih muda dari Mba. Tapi aku ingin cepat menikah, biar bisa bangun rumah tangga," jawab lelaki yang berambut lurus ini.  Tak lama kemudian, motor sudah bisa dipakai. Khawatir selama perjalanan ke kampus ban motor kembal...