Postingan

Shaum Sebagai Perisai Diri

Gambar
SHAUM Ramadan adalah salah satu ibadah wajib bagi orang beriman. Bahkan dalam Islam, ia menjadi salah satu rukun Islam. Allah secara tegas memanggil orang beriman untuk menjalankan ibadah shaum di bulan Ramadan. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu ber-shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 183) Pada Sabtu 21 Februari 2026 malam, kuliah tujuh menit atau kultum sebagai rangkaian tarawih di Masjid Maslicha, Talun, Cirebon, Jawa Barat, disampaikan oleh Bapak Sukisna, S.Pd. dengan materi berjudul “Shaum Sebagai Perisai Diri Dari Dosa”. Di hadapan ratusan jamaah yang berasal dari warga kompleks Perumnas Bumi Arumsari ini, penceramah mengingatkan jamaah dan kita semua seputar ibadah shaum, termasuk manfaatnya.  Pesan Penting  Saya mencatat beberapa poin penting yang disampaikan oleh penceramah selama kurang lebih 7 menit ini. Pertama, shaum adalah panggilan spesial dari Allah untuk orang berima...

Selamat Jalan Bang Muhamad Muhar!

Gambar
Innalillahi wa Inna ilaihi rooji'un, itulah ungkapan reflek ketika saya mendapat kabar meninggalnya saudara sepupu kami Bapak Muhamad Muhar, akrab saya sapa Bang Muhar, pagi menjelang sahur Sabtu 21 Februari 2026. Kabar tersebut saya peroleh dari adik saya, Rafik Jumalik (Bapaknya Fiqi), Anggota BPD Desa Golo Sengang, tetangga Desa Mata Wae.    Informasi yang sama saya peroleh dari paman saya atau sepupu ibu saya, Bapak Abdul Mispaki, yang berdomisili di Solo, Jawa Tengah. Rupanya, kabar meninggalnya Bang Muhar telah menyebar viral di media sosial sejak pukul 03.00 WITA, sejak kabar meninggalnya disebar oleh pihak keluarga ke keluarga besar yang berada di berbagai kota di Indonesia.  Hubungan Keluarga  Bapaknya Bang Muhar meninggal pada Rabu 15 Oktober 2025 sekitar pukul 12.17 WIB di RSUD Komodo di Merombok, Manggarai Barat, NTT. Kakek saya dari jalur ibu dan kakeknya dari jalur bapak adalah adik kakek. Kakek saya adalah adik bungsu dari beberapa bersaudara. Semuanya...

Dampak Ganda Ramadan; Dari Takwa Hingga Keberdayaan Sosial

Gambar
KITA layak bersyukur karena saat ini kembali Allah pertemukan dengan bulan mulia, yaitu bulan Ramadan di tahun 1447 H. Pada Ramadan lalu, bisa jadi ada diantara keluarga, tetangga dan kolega kita yang kali ini sudah tak bisa bersama kita lagi karena menemui ajal kematiannya. Kita doakan semoga mereka mendapat jatah surga di sisi Allah. Sementara kita masih diberi kesempatan, yang mesti kita manfaatkan dengan baik untuk hal-hal yang bermanfaat.  Orientasi shaum Ramadan adalah takwa. Karena itulah standar kita di hadapan Allah. Allah berfirman, "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti." (QS. al-Hujurat: 13)  Ramadan adalah bulan shaum yang punya kandungan "imsak", yaitu menahan, me...

Bencana Media dan Solusi Alternatif Qur'ani

Gambar
SALAH satu bencana besar yang menimpa bangsa dan negara kita di era media yang semakin menjamur ini adalah konten negatif. Konten negatif mencakup gambar dan video seronok, perjudian, penipuan, pelecehan, pencemaran nama baik, caci maki, cela mencela, penghinaan, permusuhan, berita bohong dan teror atau ancaman tindakan kriminal. Konten media terutama media sosial seperti YouTube, Facebook, Instagram, Twitter, Blog dan sebagainya makin mengkhawatirkan. Tak sedikit yang terlibat berbagai kasus hingga candu, bahkan nyaris tak menemukan solusi dari aspek medis.  Kita bersyukur karena memiliki bulan mulia yaitu Ramadan, yang kita temui di setiap tahunnya. Bulan Ramadan dikenal sebagai bulan shaum, dimana kita menjalankan berbagai ibadah Ramadan sebagai sistem kendali spiritual, moral dan akhlak. Dari shaum dan qiyam (shalat tarawih) hingga itikaf, sedekah, tilawah al-Quran dan ibadah lainnya. Berbagai ibadah tersebut menjadi hal yang sudah lumrah dan rutin kita lakukan dari Ramadan ke ...

Media Sosial dan Konten Keislaman Sebagai Alternatif

Gambar
Perkembangan dan fenomena media sosial belakangan ini cukup mengkhawatirkan. Satu sisi, media sosial bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, namun tak sedikit yang menggunakannya untuk hal-hal yang merusak. Bahkan tak sedikit yang mengisinya dengan berbagai macam kontek buruk. Selain melakukan penipuan dan penyebaran hoaks, juga dalam bentuk caci maki dan saling mencela antar sesama anak bangsa.  Informasi hoaks pun telah menjadi fenomena yang membuat kita mengelus dada, hingga marah. Dampaknya bukan saja menimbulkan permusuhan antar kelompok dan sesama warga tertentu, tapi juga menimbulkan aksi kriminal bahkan menimbulkan dampak buruk yang lebih besar. Faktanya, konten hoaks pun telah mendapatkan tempat tersendiri di sebagian netizen. Selain karena minim dan lemahnya literasi media, juga karena unsur kesengajaan dalam menebar hoaks.  Hoaks dan Konten Alternatif  Hoaks memang layak dibasmi, namun kita tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum yang berlaku. Satu ...

Selamat Jalan Sahabatku Mas Afif Rivai!

Gambar
SAYA baru saja menuntaskan aktivitas sore membaca al-Qur’an bersama keluarga kecil saya, menjelang azan magrib tiba. Sesaat setelah itu, saya menengok facebook beberapa wartawan senior dan kolega saya. Salah satu yang saya tengok adalah akun Facebook Mas Raswidi Hendra Suwarsa, akrab saya sapa Kang Raswidi. Ia merupakan salah satu penggawa di Radar Cirebon Grup, yang belakangan aktif sebagai pembaca acara Talkshow “Ngopi Dingin” di Radar Cirebon Televisi (RCTV) setiap pukul 08.00 WIB.  Pada akun facebook-nya per-Kamis 5 Februari 2026 pukul 18.21 WIB, Kang Raswidi men-share informasi perihal meninggalnya salah satu sahabat dekat saya, Mas Afif Rivai. Karena waktu magrib cukup mepet, saya dan keluarga kecil saya langsung menunaikan shalat magrib. Setelah itu, saya langsung menghubungi keluarga Mas Afif, tepatnya adik kandung Mas Afif.  Pada Jumat (23/1/2026) dan Rabu (4/2/2026), adiknya juga mengirim kabar dan berkomunikasi dengan saya tentang Mas Afif yang lagi sakit.  Ber...

Khidmat HMI Untuk Indonesia

Gambar
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan Islam yang dikenal solid dan memiliki jejaring yang sangat kuat juga luas di seluruh penjuru nusantara. HMI didirikan di Yogyakarta pada tanggal 5 Februari 1947 bertepatan dengan tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H oleh Lafran Pane bersama 14 mahasiswa lainnya di Sekolah Tinggi Islam (STI), Yogyakarta, yang sekarang kita kenal sebagai Universitas Islam Indonesia (UII).  14 mahasiswa yang dimaksud adalah Kartono Zarkasy (Ambarawa), Dahlan Husein (Palembang), Siti Zainah (istri Dahlan Husein, Palembang), Maisaroh Hilal (cucu pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan, Singapura), Soewali (Jember), Yusdi Gozali (Semarang, juga pendiri PII), M. Anwar (Malang), Hasan Basri (Surakarta), Marwan (Bengkulu), Tayeb Razak (Jakarta), Toha Mashudi (Malang), Bidron Hadi (Kauman-Yogyakarta), Zulkarnaen (Bengkulu), dan Mansyur.  Dari fase berdiri, Orde Lama dan Orde Baru hingga Orde Reformasi, HMI tak sepi dari kritik. Baik dar...