Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Menginspirasi Anak Agar Menjadi Pecinta Buku

Gambar
MEMBACA merupakan saudara kembar menulis. Ia adalah tradisi intelektual yang sudah dilakoni oleh manusia lintas peradaban sejak dulu hingga kini. Sebagaimana menulis, membaca merupakan pintu bagi siapapun untuk memperoleh berbagai ilmu pengetahuan sehingga wawasannya tentang banyak hal semakin luas. Perspektifnya tentang sesuatu pun semakin luas dan berbasis pada pijakan yang kokoh yaitu ilmu pengetahuan.  Tradisi baca memiliki kontribusi besar bagi kehidupan seseorang dalam meningkatkan kualitas ide dan pemikiran serta kemampuannya dalam memahami berbagai situasi di sekitarnya. Hal ini mampu membawa dirinya kepada satu lompatan penting dalam hidupnya yaitu lompatan intelektual, dari sosok yang tidak tahu menjadi tahu bahkan lebih tahu tentang sesuatu yang ditekuninya.  Para ilmuan ternama terutama para ulama lintas zaman dalam sejarah peradaban Islam adalah contoh paling nyata generasi yang gila baca. Mereka pun berperan penting terhadap kemajuan sains dan teknologi masa kini. Mereka

Menanti Gebrakan Baru At-Taqwa Colleg Depok

Gambar
Alhamdulillah hari ini Jumat 29 April 2022 pukul 20.30 WIB-selesai saya berkesempatan menghadiri acara Doa dan Public Expose Kampus At-Taqwa Colleg Depok-Jawa Barat yang diadakan oleh Keluarga besar Pesantren At-Taqwa Depok dan para pejuang pendidikan. Pada acara yang bertema "Public Expose Kampus At-Taqwa Colleg Depok" ini menghadirkan narasumber atau peceramah yaitu Prof. Dr. Wan Mohd Wan Daud (Universiti Teknologi Malaysia, UTM). Pada kesempatan yang sama juga ada sambutan dari Dr. Adian Husaini selaku Direktur At-Taqwa Colleg (Atco).  Acara ini diawali dengan penyampaian kesan para alumni dan santri At-Taqwa Colleg (Atco), Depok-Jawa Barat. Diantaranya, pertama, Azzam Habibullah. Ia merupakan mahasiswa Atco angkatan pertama sekaligus penulis buku "Hikmah Sejarah untuk Indonesia Berkah" (2020). Pada kesempatan ini penulis buku "Kritik atas Konsep Netralitas Ilmu" (2021) ini menyampaikan betapa Atco merupakan lembaga pendidikan yang istimewa dalam hidupn

Shaum Ramadan dan Generasi Berkarakter

Gambar
RAMADAN merupakan salah satu rukun Islam, yang melaksanakannya adalah ibadah. Syariat shaum bagi orang beriman dilaksanakan pada bulan ramadan di setiap tahunnya. Shaum adalah ibadah istimewa yang Allah syariatkan kepada orang-orang beriman bahkan kepada umat terdahulu. Mengenai hal ini kita sudah kerap mendengar sebuah ayat dalam al-Quran yang sangat mashur. Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu bershaum sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (QS. al-Baqarah: 183) Ayat tersebut mengandung beberapa pesan penting, pertama, orang yang dipanggil atau diseru oleh Allah untuk melaksanakan ibadah shaum adalah orang-orang beriman. Hal ini menjadi spesial sebab tidak semua manusia mendapatkan seruan untuk sebuah ibadah yang unik ini. Menurut sebagian ulama, bila dalam al-Quran Allah menyeru dengan ungkapan "hai orang-orang beriman", maka hal tersebut menunjukan bahwa itu sebuah keistimewaan. Artinya, isi seruan ter

Berdakwah adalah Cinta

Gambar
BERDAKWAH merupakan salah satu aktivitas yang sangat mulia dalam kehidupan seorang muslim. Berdakwah ada banyak jenis dan bentuknya, sehingga siapapun sejatinya dapat melakukannya. Mereka yang menjalankan peran dakwah akan mendapat jaminan mendapat balasan terbaik dari Allah dan pada diri mereka sendiri akan merasakan kenikmatan yang tertandingi.  Secara sederhana, berdakwah adalah suatu proses penyampaian, ajakan atau seruan kepada orang lain atau kepada masyarakat agar mau memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran Islam secara sadar, sehingga membangkitkan dan mengembalikan potensi fitrinya, dan dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat. Selain itu, berdakwah juga bisa didefinisikan sebagai upaya yang sungguh-sungguh untuk mengajak sebanyak-banyak manusia untuk beriman kepada Allah dan menjalankan syariat-Nya yang telah disampaikan oleh utusan-Nya yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, serta menjadikannya sebagai teladan. Dengan demikian, berdakwah bukan ajang pamer ben

Kiai Ahmad Dahlan dan Gerakan Pendidikan Muhammadiyah

Gambar
SALAH satu elemen terpenting yang menentukan maju atau mundurnya sebuah bangsa dan negara adalah organisasi masyarakat atau yang akrab disebut Ormas. Di Indonesia keberadaan Ormas bukan saja penting tapi juga dibutuhkan dalam menyanggah bahkan dalam menjaga keutuhannya sebagai sebuah bangsa sekaligus negara besar. Dengan demikian, keberadaan dan peranannya menjadi bagian kunci yang tidak bisa dianggap remeh dan sepele.  Salah satu Ormas yang berbentuk persyarikatan, yang keberadaannya diakui bahkan sudah ada sebelum negara terbentuk adalah Muhammadiyah. Ia merupakan sebuah gerakan Islam yang akrab dengan dakwah amar ma'ruf dan nahi munkar serta tajdidnya yang bersumber dari Alqur'an dan Sunah. Ia didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan (Kiai Dahlan) sebagai tokoh pembaharuan umat Islam pada zamannya, pada tanggal 8 Zulhijjah 1830 M yang bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 di Kauman, Yogyakarta. Salah satu aksi praktis dari gerakan pembaharuan yang dilakukan oleh Kiai Dahlan sel

Mengantisipasi Disrupsi Secara Produktif

Gambar
Ahad 24 April 2022 saya menghadiri acara Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat yang mengangkat tema "Dampak Ramadan dan Pencerahan Peradaban Utama di Era Disrupsi" dengan narasumber Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed, Sekretaris Umum PP. Muhammadiyah. Sementara Dr. Iu Rusliana, M.Si. didaulat menjadi narasumber untuk acara yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai kota di Jawa Barat dan seluruh Indonesia ini dan disiarkan oleh berbagai media (online) Muhammadiyah seperti TVMU, YouTube Muhammadiyah Jawa Barat, dan sebagainya.  Tema era disrupsi menjadi salah satu tema menarik yang diperbincangkan oleh banyak kalangan di berbagai forum. Hal itu dikaitkan dengan berbagai aspek seperti ekonomi, bisnis, pendidikan, kesehatan, politik hingga keagamaan. Para kalangan elite lintas kehidupan publik pun membahas tema ini dalam beragam forum, yang selalu dikaitkan dengan respon dan penyikapan negara kepada perubahan yang datang tiba-tiba dan serba kompetitif.  Disrupsi adalah

Spirit Dakwah dan Pendidikan Islam Dr. Adian Husaini

Gambar
PADA Sabtu 23 April 2022 saya menghadiri acara Tabligh Akbar di SDIT Al-Hikmah, Kota Cirebon-Jawa Barat. Acara yang dihadiri oleh keluarga besar SDIT Al-Hikmah ini merupakan bagian dari Semarak Ramadan 1443 H yang diadakan oleh lembaga pendidikan yang berada di Jl. Ahamd Yani, Kota Cirebon-Jawa Barat ini. Pada acara ini Dr. Adian Husaini (Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, DDII) didaulat menjadi narasumber tunggal dengan tema utama "Pendidikan Islam".  Menurut Doktor lulusan ISTAC Malaysia ini, mendirikan lembaga pendidikan mesti dengan niat berdakwah dan ditunaikan dengan ikhlas kepada Allah. Sebab ini kunci penting yang menjadi dasar dan menentukan arah pendidikan sekaligus perjuangan selanjutnya. Bila niatnya ikhlas maka Allah akan memberi kemudahan dan memberkahi. Namun bila tujuannya untuk kepentingan jabatan, materi dan hal duniawi lainnya maka proses pendidikan bakal berantakan atau bermasalah.  Menurut penulis buku "Wajah Peradaban Barat" (2005) in

Penguatan Peran Perempuan Untuk Kemajuan Bangsa

Gambar
EKSISTENSI perempuan dalam memperkokoh bangsa merupakan aspek penting yang mesti terus dijaga, dalam hal ini terutama di Indonesia. Peran kaum perempuan khususnya kaum ibu dalam membentuk karakter keluarga hingga berdampak dalam membentuk karakter bangsa tidak bisa dianggap sepele. Kesuksesan perempuan dalam mengambil bagian dalam membentuk karakter bangsa sangat berdampak pada upaya menjaga keutuhan bangsa dan berbagai tantangan bangsa yang semakin kompleks.  Pada Sabtu, 23 April 2022 Pukul 12.30 WIB sampai selesai saya berkesempatan menghadiri acara Webinar Ramadan Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (MPP ICMI) dengan tema "Penguatan Perempuan Islam Untuk Penguat Bangsa". Pada acara ini turut hadir Prof. Dr. Arif Satria (Ketua Umum ICMI), Prof. Dr. Mohammad Najib, M.Ag . (Wakil Ketua Umum ICMI Bidang Pendidikan dan Karakter Bangsa), dan Dr. Ir. Andi Yuliani Paris, M.Sc. (Sekretaris Jenderal ICMI). Adapun Prof. Dr. Amany Lubis, MA. (Rektor UIN Jakar

Spirit Profesor Arif Satria; Dari Mindset Menuju Transformasi

Gambar
INDONESIA merupakan salah satu negara yang tak luput dari dampak pandemi: Covid-19, dimana virus ini menggejala pada akhir 2019 di Wuhan, China, lalu pada awal 2020 mulai menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Dampak yang paling terasa adalah pada aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial dan sebagainya. Namun demikian, salah satu sisi yang cukup mendapat tempat di mata masyarakat dunia di tengah pandemi adalah teknologi informasi dan komunikasi, terutama media sosial.  Secara sepintas kita bisa menyaksikan berbagai komunitas kepenulisan muncul seketika dan mengadakan berbagai pertemuan di berbagai laman media sosial yang mereka kelola, termasuk mengadakan pelatihan kepenulisan dan bedah buku. Saya termasuk yang mengikuti banyak komunitas semacam itu dan mengikuti berbagai kegiatannya. Sehingga saya pun merasakan manfaat teknologi secara masif pada diri saya justru ketika masa pandemi ini.  Selain itu, saya juga aktif menulis artikel untuk berbagai media massa sep

Ramadan dan Asa Menyudahi Tradisi Konsumtif

Gambar
RAMADAN merupakan bulan mulia dan suci. Ia juga merupakan bulan ampunan dan al-Quran. Pada bulan ini kita menjalankan berbagai ibadah khas ramadan seperti shaum, tarawih, berbuka dan sahur, di samping ibadah wajib seperti shalat lima waktu dan ibadah sunah seperti shalat sunat rawatib yang sudah biasa kita tunaikan. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk membaca dan mengkaji al-Quran, berinfak dan bersedekah pada sesama semampu kita, serta menjaga silaturahim dan hubungan baik dengan keluarga, sahabat, dan tetangga.  Selain berbagai ibadah dan amal soleh semacam itu, salah satu kebiasaan baik yang kerap kita saksikan bahkan lakukan pada momentum ramadan juga adalah mengadakan atau mengikuti berbagai kajian keagamaan atau seminar ilmiah lainnya. Berbagai ormas,  komunitas dan serupanya begitu semangat sekaligus giat melaksanakan agenda semacam itu. Apalah lagi di masa pandemi semacam ini, kegiatan Webinar menjadi fenomena yang menarik dan mendapat respon yang baik dari banyak orang. Ber

Berdakwah itu Bercermin Diri

Gambar
BERDAKWAH adalah upaya sungguhan dalam mengajak manusia pada jalan kebenaran sesuai syariat-Nya. Ia adalah kegiatan yang benar-benar istimewa atau sangat mulia. Karena mulia, maka pejuang dakwah mesti berkarakter mulia pula. Tulus, ikhlas, sabar, syukur dan lemah lembut adalah sebagian sifat yang melingkupi karakter pejuangnya. Itulah modal utama yang mesti dimiliki di setiap saatnya. Bukan seketika, tapi selamanya.  Pada saat yang sama, berbagai penyakit yang mengotorinya mesti dijauhkan. Seperti bermuka dua: bermanis wajah pada saat bersua, tapi bermuka masam pada saat berpisah atau di belakang. Hal lain, dakwah juga perlu dilakoni secara damai dan santun. Bukan "ngasal" dan malah menimbulkan keresahan di sana sini. Dakwah bukan saja baik tapi mesti nampak baik. Itulah yang membuat dakwah terlihat indah dan menarik bagi siapapun.  Dalam berbagai kasus di lapangan, kadang dakwah tak mendapatkan simpati orang bukan karena substansi dakwahnya yang buruk, tapi karena tampilan d

Budak Dukun alias Hamba Penipu

Gambar
MENEMPUH pendidikan dari usia dini hingga meraih gelar ini itu bahkan bergelar anu dan anu. Mendapat pujian ini itu bahkan dianggap paling hebat untuk soal ini itu. Dan berbagai bentuk tepuk tangan tanda berprestasi dan hebat. Eh, ternyata semua itu hanya manipulasi alias tipu-tipu. Janji politik sekadar basa-basi untuk melunakkan hasrat warga untuk menyampaikan kritik dan mengalihkan dukungan. Sorban yang dikenakan, kopiah yang dipakai, dan berbagai simbol keagamaan lainnya, gelar akademik, bahkan jabatan penting yang prestisius tidak menentukan taraf kecerdasan. Kalau bebal ya bebal saja. Level kebebalannya solid dan permanen. Bayangkan, nalar bernyawa mistis yang dipoles citra palsu masih dipercaya sebagai kebenaran dan dirujuk sebagai radar penentu ini itu.  Pantas dalam sejarah selalu diingatkan bahwa kekuasaan akrab dengan kedunguan yang dilakoni para dukun alias penipu dan pembisik yang juga penipu. Singgasana berantakan bukan karena kekuatan luar, tapi karena kerapuhan keyakina