Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

MHU dan Tradisi Bisnis Kolaboratif

Gambar
Hari ini Jumat 26 Mei 2023 Owner PT. Manasik Haji Umrah (MHU) dan tim berkesempatan berkunjung atau silaturahim ke rumah Pak Murnan Ketua DPRD Lombok Timur periode 2019-2024. Pada kesempatan ini selain untuk silaturahim, MHU juga hendak mengenalkan MHU yang belakangan ini semakin geliat dalam mengenalkan syiar dan hal-hal teknis lainnya berkaitan dengan jasa pemberangkatan umrah.  Pada kesempatan ini Owner MHU mendapat kesempatan untuk mengenalkan diri dan menjelaskan beberapa hal berkaitan dengan MHU. Pertama, MHU adalah kolaborator. Sejak awal MHU sudah menegaskan posisinya sebagai kolaborator kebaikan termasuk dalam bisnis travel umrah. "Kami dari MHU sudah sejak awal memposisikan diri sebagai kolaborator, bukan menjadi musuh atau lawan bagi travel umrah lainnya. Kami siap bekerjasama dan melayani masyarakat yang hendak ke tanah suci," ungkapnya.  Kedua, MHU adalah pemersatu. Jaringan MHU saat ini menjelajah ke seluruh Nusantara, dari Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi dan seb

Menguatkan Tradisi Literasi Nurul Hakim

Gambar
Alhamdulillah saya sangat bersyukur, haru dan bangga karena pada Senin 22 Mei 2023 saya bisa mengisi acara seminar di Institut Agama Islam Nurul Hakim (IAI NH). NH merupakan salah satu pondok pesantren di Lombok, tepatnya Kediri, Lombok Barat-NTB. Di NH terdapat beberapa lembaga pendidikan dari Taman Kanak-kanak, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah hingga Perguruan Tinggi. Bahkan terdapat Ma'had Aly dan lembaga dakwah dan pengembangan potensi lainnya.  Saat itu saya menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan bila hendak menjadi orang sukses dalam dunia literasi khususnya kepenulisan. (1) luruskan niat dan kuatkan tekad. (2) banyak membaca dan aktif menulis. (3) rajin silaturahim dan hadiri forum ilmiah seperti diskusi, seminar, workshop dan lainnya. (4) biasakan membeli buku. (5) miliki perpustakaan pribadi. Dan (6) miliki nilai dan prinsip hidup seperti kesungguhan, berkorban dan tak berhenti belajar.  Setelah selesai acara, saya pun sempat ber

TGH Muharrar dan Tradisi Menulis Kita

Gambar
SALAH satu momentum terbaik yang saya alami ketika mengadakan kunjungan ke berbagai tempat di Lombok-NTB sejak 20 Mei 2023 hingga hari ini (Rabu 24 Mei 2023) adalah ketika saya silaturahim dengan Bapak TGH. Muharrar Mahfudz, akrab disapa Abun Harar. Pertemuan dengan beliau beberapa hari lalu pun menjadi penguat bagi saya dalam menekuni dunia literasi terutama kepenulisan.  Abun Harar adalah orangtua, guru dan panutan saya selama nyantri di Pondok Pesantren Nurul Hakim yang berlokasi di Kediri, Lombok Barat, NTB, 1996-2002, bahkan ketika ketika kelak saya selesai nyantri di NH hingga kini. Beliau salah satu tuan guru yang selalu mendoakan dan menasehati saya dalam banyak hal. Saya benar-benar terharu dan bangga karena mendapatkan doa dan dukungan dari beliau selama ini.  Saya termasuk yang sering beliau hubungi, bertanya kabar, aktivitas dan apresiasi saya. Keakraban saya dengan beliau membuat saya tertarik dan tergerak untuk menulis buku, artikel dan sebagainya. Bahkan beberapa waktu l

Publish or Perish!

Gambar
Menulis merupakan aktivitas mulia yang menjanjikan. Selain merupakan bagian dari tradisi kunci keilmuan, menulis juga menjadi media dokumentasi ide dan hal-hal inspiratif. Di samping itu, menulis juga dapat menjadi medium dialog, pendalaman keilmuan dan pengujian kapasitas seseorang. Pada umumnya, semakin aktif dan banyak menulis secara otomatis idenya semakin kokoh, berkembang dan kompleks. Di sinilah letak urgensi menulis dan karya tulis.  Pertanyaan yang kerap muncul ketika seseorang terjun pada dunia kepenulisan adalah "Mengapa Saya Menulis?". Penjelasan pada paragraf awal pada dasarnya sudah menjawab secara detail, bahwa pada intinya menulis itu punya dampak positif terutama bagi penulisnya. Namun demikian, kita juga perlu ketahui bahwa seseorang akan mampu menulis hingga punya karya tulis yang terbaca oleh banyak orang karena ia memiliki alasan dan tujuan menulis.  Diantara alasan dan tujuan menulis yang sering diungkap oleh banyak penulis adalah: media sekaligus aktivi

Mengenang dan Jasa Besar Nurul Hakim

Gambar
Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena di sela-sela acara Coaching Marketer Umrah MHU yang diadakan oleh MHU Kantor Cabang NTB di sebuah hotel di Kota Mataram pada Sabtu 20 Mei 2023, saya bisa bersua dengan dua teman atau sahabat saya masa MTs 1996-1999 silam, namanya Zulkifli (yang mengenakan sarung) dan Salman Al-Farisi (yang berpakaian seragam polisi). Keduanya merupakan sedikit diantara banyak putra terbaik Lombok yang saya kenal lama.   Kala itu, tepatnya 1996-1999 kami sama-sama menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren terbesar di NTB, namanya Pondok Pesantren Nurul Hakim (NH) yang berlokasi di Kediri, Lombok Barat. Kami sama-sama lulus MTs di NH pada tahun 1999 silam. Bila saya dan Zulkifli langsung melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) di NH, maka Salman melanjutkan di sekolah lain.  Setelah MA, kami melanjutkan pendidikan di tempat atau kota yang berbeda. Saya sendiri langsung melanjutkan pendidikan di UIN Bandung, Zulkifli melanjutkan kuliah di sebuah

Mengenang Kembali Lombok

Gambar
Lombok merupakan salah satu pulau di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di samping pulau Sumbawa yang mencakup Sumbawa, Bima dan Dompu. Lombok tempat dimana Mataram sebagai ibukota NTB sudah mashur sejak lama, terutama dari dua aspek yaitu pendidikan pesantren dan objek wisata alamnya yang alami juga indah. Belakangan Lombok semakin terkenal karena Masjid Islamic Center Hubul Wathon, Bandara Internasional Lombok (BIL), Mandalika dan masih banyak lagi.  Saya pertama kali menyentuh Lombok pada Mei 1996, 27 tahun silam. Kala itu saya hendak melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pondok Pesantren Nurul Hakim (NH) yang berlokasi di Jl. Taruna Nomor 5, Kediri, Lombok Barat. NH merupakan salah satu pondok terbesar di Lombok dan NTB bahkan Nusa tenggara yang mencakup Bali, NTB dan NTT. Di sini saya belajar tentang banyak hal. Dari ilmu syar'i, bahasa dan keorganisasian hingga kepemimpinan dan tradisi belajar sekaligus literasi yang cukup kuat.  Setelah lulus MTs pada 1999,

Mengenang Pendiri dan Masa Depan Nurul Hakim

Gambar
PADA Rabu 17 Mei 2023 Pondok Pesantren Nurul Hakim mengadakan acara silaturahim dalam rangka dzikir dan doa untuk pendiri Pondok Pesantren Nurul Hakim Bapak TGH. Abdul Karim, Bapak TGH. Safwan Hakim dan para sesepuh yang telah meninggal dunia. Hadir pada acara ini para tuan guru yang akrab dengan TGH. Safwan Hakim, para tuan guru dan pimpinan pondok pesantren alumni Nurul Hakim, dan para tuan guru dari berbagai pondok di NTB, serta Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, pejabat pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dan undangan lintas organisasi.  Pada sambutannya mewakili pimpinan dan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Hakim TGH. Muharrar Mahfudz menyampaikan apresiasi kepada undangan yang hadir dan keluarga besar Nurul Hakim. Menurutnya, Nurul Hakim tidak hadir begitu saja kecuali karena jasa besar para pendiri yang kini telah meninggal. Secara khusus, TGH. Abdul Karim dan TGH. Safwan Hakim merupakan mu'asis yang tulus, ikhlas dan berjasa besar bagi pendirian dan kemajuan Nurul Hakim

Mengenal Buya Hamka dari Afif Hamka

Gambar
SIAPA yang tak mengenal Buya Hamka. Nama lengkapnya Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah Datuk Indomo. Populer dengan nama pena Buya Hamka. Beliau adalah seorang ulama, filsuf, dan sastrawan Indonesia, serta berkarir sebagai wartawan, penulis dan pendidik. Buya Hamka lahir pada 17 Februari 1908 di Sungai Batang dan meninggal pada 24 Juli 1981 di Jakarta. Istrinya adalah Siti Raham (m. 1929–1972) dan Siti Khadijah (m. 1973–1981). Sementara anaknya adalah Irfan Hamka, Rusydi Hamka, Aliyah Hamka, Azizah Hamka, Amir Syakib, Afif Hamka dan beberapa lainnya. (Sumber: Wikipedia)  Buya Hamka merupakan sosok yang selalu menjadi inspirasi banyak kalangan dalam banyak hal; dari perjuangan dan konsistensi hingga pengorbanan dan karya. Beliau juga sosok yang kaya akan gagasan dan karya literasi yang dibaca oleh berbagai kalangan. Uniknya, secara khusus karya literasinya seperti buku, bukan saja dinikmati oleh pembaca di Indonesia tapi juga di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darus

Mari Tumbuh Bersama Tradisi Kolaborasi-Literasi!

Gambar
BUKU adalah sahabat yang setia menemani kita kapan dan di mana pun. Ia tak meminta banyak dari kita. Ia hanya meminta agar kita membawanya bila pergi ke berbagai tempat, lalu menyempatkan diri untuk membacanya. Ketulusan dan kesediaan buku untuk menjadi sahabat kita mesti menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk giat membaca. Minimal sekian halaman per hari, atau ke depan bisa tuntas membaca satu buku per hari. Buku tak terbang tinggi bila dipuji dan tak pernah tumbang bila dihina. Buku justru menjadi penolong dan kunci bagi siapapun bila hendak meninggikan kebaikan dan manfaat bagi kemanusiaan dan kehidupan. Kuncinya adalah kita akrab dengan buku, kita cinta membaca sekaligus menelisik makna dan pesan di dalamnya. Mencintai buku bukan saja membacanya, tapi juga memiliki atau membelinya.. Bila tradisi mencintai buku dengan cara membaca buku sudah menjadi rutinitas kita yang terjaga maka ada tradisi lain yang perlu kita jaga lagi yaitu menulis buku. Pada era ini dan ke depan men

Membaca Ulang Sejarah Indonesia

Gambar
“Jangan sekali-kali melupakan sejarah!”, ungkap Bung Karno yang sering dikutip oleh berbagai kalangan pada berbagai forum dan kesempatan. Apa yang diungkap oleh sang proklamator Indonesia itu perlu dijadikan renungan bagi kita pada era ini dan nanti. Hal ini sebagai penegasan betapa sejarah mengandung pesan dan makna tersendiri. Sukses membaca sejarah akan memungkinkan bangsa kita untuk menemukan kejayaannya.  Secara sederhana, sejarah adalah sebuah kejadian yang berlangsung pada waktu lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan beragam peristiwa. Dalam ungkapan lain, sejarah adalah pengalaman manusia dan ingatan manusia yang diceritakan kembali dalam situasi atau waktu tertentu. Tentu sejarah yang dimaksud bukan sekadar tumpukan kertas biasa, sebab ia memiliki makna dan pesan tersendiri, yang dalam konteks bangsa Indonesia kita jadikan sebagai cermin dalam melangkah ke masa depan.  Sejarawan muslim ternama Abdur Rahman Ibn Khaldun (w. 808 H), yang terkenal dengan Ibnu Khal

Belajar Dari Buya Hamka

Gambar
Nama lengkapnya Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah Datuk Indomo. Populer dengan nama pena Hamka. Beliau adalah seorang ulama, filsuf, dan sastrawan Indonesia, serta berkarir sebagai wartawan, penulis dan pendidik. Buya Hamka lahir pada 17 Februari 1908 di Sungai Batang dan meninggal pada 24 Juli 1981 di Jakarta. Istrinya adalah Siti Raham (m. 1929–1972) dan Siti Khadijah (m. 1973–1981). Sementara anaknya adalah Irfan Hamka, Rusydi Hamka, Aliyah Hamka, Azizah Hamka, Amir Syakib, lainnya. (Sumber: Wikipedia)  Pada Sabtu 6 Mei 2023 siang saya bersama istri saya Eni Suhaeni dan ketiga anak kami: Azka Syakira, Bukhari Muhtadin dan Aisyah Humaira menghadiri acara nonton bareng atau bareng Film Buya Hamka yang inisiasi oleh KH. Nurhasan Zaidi (Ketua Umum DPP Persatuan Ummat Islam, PUI) di sebuah mall ternama di Kota Cirebon-Jawa Barat. Pada awalnya saya enggan karena mesti menuntaskan beberapa naskah buku yang segera terbit, namun hati saya selalu tergerak untuk hadir. Bagaimana pun, Buy