Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Merawat Indonesia Dengan Moderasi Dan Toleransi

Gambar
PADA Kamis-Jumat, 16-17 September 2021 lalu saya menghadiri acara "Dialog Kerukunan Intra Ummat Beragama Islam dan Moderasi Beragama" yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama Kantor Wilayah Jawa Barat di Hotel California, Kota Bandung. Lalu pada Senin-Selasa, 27-28 September 2021 lalu saya juga menghadiri acara "Forum Discussion I Koordinasi Kelembagaan Persiapan Tahun Toleransi" yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama Kantor Wilayah Jawa Barat di Hotel Haper Bungursari, Purwakarta dengan tema "Pengarusutamaan Moderasi Beragama".  Pada forum pertama, seluruh ormas Islam di Jawa Barat menyepakati pentingnya menjaga kerukunan internal ummat Islam dengan menjaga ukhuwah islamiyah dan kerukunan internal ummat Islam dengan menggiatkan moderasi dalam pemikiran dan sikap keagamaan. Disadari bahwa ummat Islam adalah ummat mayoritas di Jawa Barat, dengan begitu ummat Islam memiliki tanggungjawab besar dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan di Jawa Barat.  Se

MEMBACA ITU ASYIK DAN BIKIN KETAGIHAN

Gambar
MEMBACA adalah salah satu cara agar seseorang mencapai puncak kesuksesan. Kesuksesan apapun dan dalam bidang apapun, membaca adalah modalnya. Dengan membaca maka seseorang akan memperoleh berbagai macam ilmu pengetahuan, informasi dan inspirasi yang dapat ia gunakan atau manfaatkan untuk menempuh dan meraih kesuksesannya. Bahkan dengan membaca seseorang bisa semakin mengenal diri dan potensi terbaik dalam dirinya.  Ia adalah aktivitas sederhana yang bisa dilakukan oleh siapapun. Di mana dan kapan pun aktivitas ini bisa dilakukan. Tidak mesti di tempat mewah, seseorang bisa membaca di mana saja, asal ia suka dan nyaman dengan tempat itu. Bisa di rumah, kantor, tempat kerja, pusat perbelanjaan, ruang tunggu bandara, stasiun kreta api, poll travel, tempat nongkrong, warung kopi, cafe, perpustakaan mini, toko buku, dan masih banyak lagi.  Membaca juga bisa dilakukan kapan saja. Bisa sebelum tidur, setelah tidur, di sela sela waktu luang pada saat kerja, sebelum berangkat kerja,  sebelum ma

MEMACU KEMBALI SEMANGAT MEMBACA BUKU DI LINGKUNGAN KELUARGA

Gambar
NEGARA kita Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai latar suku, ras, bahasa dan budaya. Keragaman latar demikian tak merintangi kita untuk mencapai tujuan bersama sebagai sebuah negara merdeka. Salah satu tujuan bernegara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini seperti tertuang dalam pembukaan UUD 1945, "... Mencerdaskan kehidupan bangsa... " Sebuah penegasan paling nyata betapa negara kita melek literasi dan bertujuan meliterasi seluruh warga negara.  Untuk mewujudkan upaya ini maka dibentuklah berbagai lembaga pendidikan, baik formal dan informal maupun yang non formal. Keluarga merupakan salah satu lembaga pendidikan informal. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan. Salah satu pendidikan keluarga yang punya pengaruh pada upaya men

Membaca Ulang Nasehat TGH. Safwan Hakim

Gambar
SAYA lahir di sebuah kampung terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Kampung Cereng, Desa Golo Sengang, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat atau Mabar. Kampung ini belum tersentuh listrik PLN, belum tersentuh air PDAM dan belum tersentuh jalan raya beraspal. Dari Labuan Bajo ibukota Mabar, kampung ini ditempuh selama beberapa jam. Rerata orang menempuh dengan jalan kaki. Walau belakangan ini sebagian sudah menggunakan sepeda motor.  Saya sendiri menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) pada 1990-1996. Tepatnya di SD Katolik yang berada di kampung saya. Walau warga di kampung hampir 100 persen muslim, namun kala itu tak ada sekolah bernyawa Islam, hanya ada sekolah bernyawa Katolik. Belakangan, sudah ada Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS), tepatnya di Leheng, sebuah kampung sebelah kampung saya. Lalu, beberapa tahun lalu, berdirilah SMP Muhammadiyah yang berlokasi di Cereng.   Setelah saya lulus SD tahun 1990, saya melanjutkan pendidikan di Lombok, tepatnya di MTs

KIAI AHMAD SANUSI, PENDIRI PUI SEKALIGUS BAPAK REPUBLIK

Gambar
SENIN 25 April 2021 lalu, bertepatan dengan 14 Ramadan 1442 pukul 06.00-08.00 WIB adalah salah satu momentum penting dan bersejarah dalam hidup saya. Sebab pada momentum melaksanakan ibadah sahum di tengah bencana non alam: Covid-19 yang menimpa dunia termasuk negara kita Indonesia kali ini saya diperkenankan oleh takdir Allah untuk bisa mengikuti kajian yang sangat bergizi berupa acara Webinar Kapita Selecta Dakwah Serial ke-15 dengan tema "Ajengan Ahmad Sanusi; Penyelamat Rapat Besar BPUPKI".  Acara online yang diselenggarakan oleh Pesantren Mahasiswa Budi Mulia, Yayasan Shalahuddin Budi Mulia yang beralamat di Jl. Kaliurang Km 8, Sleman, Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) ini menghadirkan dua narasumber yaitu Al-Ustad Lukman Hakiem (Pakar Sejarah Perjuangan Ummat) dan Dr. Muhammad Iskandar (Aktivis Senior). Keduanya adalah tokoh yang memang selama ini menekuni sejarah dan pemikiran para tokoh lintas latar belakang. Sehingga sangat wajar bila ada banyak tokoh dan penggiat dar

Perguruan Tinggi Muhammadiyah Mendunia

Gambar
MUHAMMADIYAH memang selalu menggeliat dan menghadirkan kejutan membanggakan sekaligus prestasi yang menggembiraan. Tanpa pidato revolusi mental dan rahmat agama di berbagai panggung beragam latar pun Muhammadiyah tetap bisa melakukan lakon berkelas dunia dan memang mendunia. Mental persyarikatan Muhammadiyah sangat revolutif, sebab fokusnya hanya mengabdi dan berkontribusi secara ril bagi kemanusiaan. Prestasi dan perubahan revolusioner memang hanya bisa dilakukan oleh organisasi manusia berkelas di atas rata-rata. Di tengah masa pandemi (Covid-19) Muhammadiyah sukses meraih penghargaan yang bernyawa peradaban global. Hal ini ditandai dengan berbagai prestasi tingkat dunia yang ditorehkan dan diraih Muhammadiyah. Kali ini perguruan tinggi Muhammadiyah masuk kategori perguruan tinggi Islam terbaik dunia yang membanggakan. Bukan ngasal mendapat label terbaik gegara tim asesor dan penelitinya dibayar sekian dana, tapi memang kualitas lembaga pendidikannya sangat diperhitungkan di level

Perguruan Tinggi Muhammadiyah Mendunia

Gambar
MUHAMMADIYAH memang selalu menggeliat dan menghadirkan kejutan membanggakan sekaligus prestasi yang menggembiraan. Tanpa pidato revolusi mental dan rahmat agama di berbagai panggung beragam latar pun Muhammadiyah tetap bisa melakukan lakon berkelas dunia dan memang mendunia. Mental persyarikatan Muhammadiyah sangat revolutif, lebih dari sekadar semangat pidato dan pamer citra. Karena Muhammadiyah tak suka pamer diksi bombastis dan terlihat wah, sebab fokusnya hanya mengabdi dan berkontribusi secara ril bagi kemanusiaan.  Prestasi dan perubahan revolusioner memang hanya bisa dilakukan oleh organisasi manusia berkelas di atas rata-rata. Tidak bisa dilakukan oleh organisasi biasa-biasa atau yang terjebak pada sistem oligarki dan nepotis. Muhammadiyah sangat menghindari lakon organisasi atau persyarikatan semacam itu. Sebab selain merusak visi-misi persyarikatan, hal semacam itu bisa menghambat regenerasi dan terhambatnya gagasan-gagasan jenial dan kreatifitas serta inovasi kelembagaan.  D