Postingan

Spirit untuk Para Pejuang Nafkah

Gambar
ISLAM adalah agama yang paripurna. Selain mengulas tentang urusan ibadah ritual, Islam juga mengulas ibadah sosial, bahkan tentang pentingnya bekerja. Bekerja tentu bukan sekadar untuk menjemput rezeki halal, tetapi juga bentuk amalan yang mengandung unsur kebaikan bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Bahkan untuk kepentingan sosial.  Bagi seorang muslim, terutama bagi seorang suami atau ayah, bekerja adalah wajib. Dengan demikian, mereka yang tidak berusaha bekerja dengan yang halal, mendapat ancaman keras. Mereka dinilai tidak memanfaatkan anugerah yang telah diberikan oleh Allah. Dengan demikian, bekerja dalam bentuk apapun selama itu halal, adalah kewajiban.  Dalam al-Quran surat at-Taubah ayat 105, Allah berfirman, "Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah...

Agar Mudah Berlapang Dada

Gambar
DUNIA ini adalah panggung sandiwara sekaligus penuh ujian. Tapi ia juga panggung beramal baik sebagai bekal menuju akhirat. Dalam kehidupan dunia kita pasti pernah dihadapkan dengan berbagai kejadian, baik itu musibah maupun masalah. Hampir tak ada manusia yang luput dari hal semacam itu. Rerata manusia pernah mengalaminya.  Bila menghadapi berbagai hal demikian maka kita perlu berlapang dada. Hal ini memang berat, namun bila kita mau dan mampu memilikinya maka kehidupan kita bakal tenang dan lebih matang. Paling tidak, ada 6 kesadaran yang perlu kita miliki sehingga kita lebih mudah berlapang dada dalam menghadapi segala musibah atau kejadian.  Pertama, sadari bahwa semua terjadi atas izin Allah. Kita mesti membangun kesadaran bahwa semua kejadian sudah tertulis dan  orang-orang yang beriman selalu yakin apapun yang sudah tertulis pasti jauh lebih indah dari apa yang kita inginkan. Kesadaran ini bakal membuat hati kita semakin percaya akan Allah, bahwa Ia Maha Berkuasa a...

Menulis itu Berat dan Layak Dibayar Mahal!

Gambar
SUATU ketika seorang teman bertanya kepada saya begini, "Mas, bagaimana sih membagi waktu untuk menulis satu artikel sehingga layak dipublikasi di surat kabar atau media online, atau menulis buku?". Teman saya yang lain menyampaikan bahwa menulis itu sulit, lalu yang lain ada juga menyampaikan bahwa menulis itu mudah dan semua orang bisa menulis. Dan masih banyak lagi komentar dan pernyataan lainnya.  Menjawab dan mengomentari hal semacam itu tentu butuh kesabaran. Namun kesabaran saja tak cukup, sebab yang diperlukan adalah jawaban dan penjelasan yang utuh dan bisa diterima. Saya sendiri baru belajar menulis dan karya tulis saya pun masih sedikit. Bahkan setahu saya karya tulis saya baru dimuat di beberapa surat kabar dan media online, termasuk buku saya baru 60-an lebih judul buku, baik yang solo maupun yang keroyokan.  Bagi siapapun yang baru belajar atau pemula dalam dunia kepenulisan seperti saya, perlu menyadari bahwa dunia kepenulisan adalah dunia yang penuh pengorbana...

Kembali Menulis Buku Tentang Muhammadiyah

Gambar
Muhammadiyah merupakan organisasi persyarikatan sekaligus pergerakan Islam terbesar di dunia saat ini yang dikenal memiliki manajemen dan administrasi yang cukup rapih. Amal Usaha Muhammadiyah atau AUM mencakup lembaga pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi, lembaga kesehatan seperti rumah sakit dan klinik dan masih banyak lagi. Di samping lembaga perekonomian dan lembaga simpan pinjam seperti BMT. Termasuk lembaga sosial yang fokus pada advokasi publik dan pelayanan kebencanaan. Semua itu adalah wujud kesungguhan Muhammadiyah dalam menerapkan Islam rahmatan lil'alamin dan berkemajuan.    Organisasi berbasis massa muslim yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada 8 Zulhijjah 1330 H yang bertepatan dengan 18 November 1912 silam di Kauman, Jogjakarta ini, akrab dengan gerakan amar makruf nahi mungkar sekaligus gerakan tajdid yang bersumber pada al-Quran dan Sunnah. Dari pijakan semacam itu Muhammadiyah sukses menghadirkan Islam yang relevan dengan kebutuhan zaman dan kem...

Kenangan Bersama Kang Jazuli

Gambar
Hari Rabu 26 Oktober 2022 lalu saya menjadi narasumber acara "Seminar Moderasi Beragama" yang diadakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cirebon yang diadakan di aula Kementrian Agama Kantor Kota Cirebon. Pada acara yang dihadiri sekitar 60-an peserta yang berasal dari delegasi berbagai agama seperti Islam, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha serta Ormas Islam ini saya dipanelkan dengan Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Cirebon kala itu H. Saefudin Jazuli, M.Si. (Kang Jazuli).  Pada forum yang bertema "Mewujudkan Kebhinekaan serta Memperkokoh Kerukunan Umat Beragama" ini saya menjelaskan tiga poin penting, pertama, setiap agama memiliki konsep tersendiri tentang agama dan ajarannya. Secara khusus untuk agama Islam, misalnya, mengandung hal-hal yang bersifat tetap (tsawabit) dan dinamis (mutaghayyirat). Diantara hal-hal yang masuk kategori tsawabit misalnya tentang rukun iman, rukun Islam, nama Tuhan, nabi terakhir, tata cara ibadah dan sebagainya. Sem...

Menjemput Rezeki Halal

Gambar
Allah menciptakan kita dengan memenuhi kebutuhan kita. Allah sudah menyediakan semuanya, termasuk panduan maupun peta jalan untuk menjemput rezeki dari-Nya. Al-Quran dan  as-Sunnah menjadi panduan utama yang dapat kita rujuk dalam menjalani kehidupan dunia termasuk dalam menempuh rezeki halal. Allah Maha Kuasa dan Maha Kaya. Ia selalu menyediakan pintu rahmat-Nya untuk kita hamba-Nya. Berikut ini merupakan sebagian langkah ajaib yang layak kita tempuh agar rezeki kita lancar dan berkah. Pertama, telaten beribadah. Beribadah merupakan tujuan utama manusia diciptakan oleh Allah. Silahkan baca al-Quran surat az-Dzariyat ayat 56. Tujuan ini mendorong kita untuk selalu menautkan seluruh kehidupan kita kepada Allah. Ibadah yang paling utama adalah shalat lima waktu dan ibadah wajib lainnya. Selain itu, telaten menjaga dan menjalankan shalat sunah seperti qiyamullail, dhuha dan rawatib sebelum sekaligus setelah shalat lima waktu. Bila kita telaten melakukan semuanya, insyaa Allah rezeki k...

Mengenal dan Meneladani Buya Hamka

Gambar
SAYA sangat bersyukur dan beruntung karena hari Selasa 3 Agustus 2021 lalu pada pukul 15.45-17.00 WIB bisa menghadiri acara Webinar melalui link Zoom Meeting yang bertema "The Untold Story of Hamka; Kisah Hamka yang Belum Terungkap". Tema ini mengulas lebih awal buku karya jenial salah satu keturunan atau cucu Buya Hamka yang berjudul "Nambo Hamka; The Untold Story" (tebal 360 halaman) yang sudah bisa dinikmati pembaca.   Pada acara ini, saya mengajak istri saya (Eni Suhaeni) dan ketiga anak saya: Azka Syakira (saat itu 10 tahun), Bukhari Muhtadin (saat itu 7 tahun) dan Aisyah Humaira (saat itu 15 bulan lebih) untuk turut mengikuti acara. Selebihnya, Gema Insani Press (GIP) selaku penerbit buku sekaligus penyelenggara acara menghadirkan penulis sekaligus cucu Buya Hamka, al-Ustadz Abdul Hadi Hamka. Ustadz Abdul Hadi, demikian beliau akrab disapa, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara (Abdul Malik, Abdul Hadi dan Abdul Fatah) dari anak Buya Hamka, Prof. Dr. Hj. A...