Inspirasi Karya Literasi Aisyah Humaira


SOSOKNYA memang imajinatif dan kreatif. Dalam banyak kesempatan, ia selalu memilih menggambar daripada bermain yang lainnya. Bila selesai menggambar, ia memilih membaca buku atau sekadar membuka beberapa buku. Bukan saja buku khas anak seusianya, tapi juga buku bacaan kami di rumah. Temanya tentu saja berat, tapi ia tetap membacanya. 

Foto yang ada pada cover buku kumpulan foto gambar hasil karyanya ini diambil dari gambar karyanya edisi Selasa 21 Juli 2026. Namanya Aisyah Humaira, akrab disapa Aisyah. Aisyah adalah anak ke-4 dari 5 bersaudara. Anak yang kini berusia 6 tahun 3 bulan ini baru menempuh kelas 1 SD di SDIT Ibnu Abbas, Arumsari, Talun, Cirebon, Jawa Barat. 

Sejak kecil ia memang sudah rajin menggambar. Apa pun yang dilihat langsung digambar, termasuk situasi sekitar. Ketersediaan buku gambar di perpustakaan rumah sangat mendukung potensi uniknya ini. Selain memenuhi buku khusus yang sengaja dibeli untuknya, tak sedikit buku kakak dan bundanya turut menjadi korbannya. 

Dalam sebulan ia bisa menghabiskan dua atau tiga buku kosong. Setiap halaman terisi gambar ala imajinasinya. Ada gambar sawah, perumahan dan toko buku. Termasuk gambar berbagai macam binatang dan pohon. Selain itu, ada juga gambar kolam renang, pesawat dan mobil. Tak sedikit juga gambar orang lagi shalat, mengaji al-Quran dan sebagainya. 

Sejak kecil ia juga suka menulis. Hal ini tentu ada pengaruh kedua kakaknya: Azka Syakira dan Bukhari Muhtadin yang sejak kecil juga suka menulis. Saat TK, Aisyah sudah bisa mengeja berbagai kata bahkan kalimat. Belakangan ia juga sudah bisa membaca buku yang sebagian besarnya dibeli saat bazar buku murah dengan harga sangat murah.  

Dalam buku yang berjudul "Melahirkan Generasi Unggul" (2020), saya menjelaskan bahwa diantara cara menumbuhkan potensi anak yaitu memuliakan anak sebagai hamba Allah, membangun landasan iman yang kokoh, menciptakan komunikasi yang menyenangkan, serta melatih kesungguhan dirinya dalam berbagai hal seperti menggali minat-bakatnya. 

Selaras dengan itu, menurut Mohammad Fauzil Adhim, seorang pakar parenting Islami dan penulis buku terkemuka, cara menumbuhkan potensi anak adalah dengan cara (1) menyelaraskan kecerdasan intelektual, (2) kematangan emosional, dan (3) pondasi keimanan yang kokoh agar potensi tersebut digunakan untuk hal-hal disukai oleh Allah. 

Penulis puluhan buku dalam beragama judul tersebut menekankan bahwa pengembangan potensi anak tidak boleh sekadar mengejar prestasi akademik (kognitif) yang tinggi, melainkan harus diorientasikan untuk meringankan hati anak dalam menolong agama Allah. Pada saat yang sama, potensi anak juga turut ditumbuh-kembangkan. 

Alhamdulillah, sebagai orangtua, saya sangat bersyukur kepada Allah atas potensi sosok yang bercita-cita menjadi pengusaha, dokter dan guru ini. Saat ini, kakak dari Arsyila Qonita ini sudah lancar membaca buku. Baik buku pelajaran sekolah maupun buku umum. Kalau pulang dari sekolah ia selalu berupaya untuk membaca buku. Sukses selalu ya Nak! (*)


* Oleh: Syamsudin Kadir, Penggiat LITERASIA - Literasi Indonesia 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menginspirasi Anak Agar Menjadi Pecinta Buku

Mengenang TGH. Musleh Kholil