Postingan

Pendidikan Keluarga Sebagai Laboratorium Moderasi

Gambar
PENDIDIKAN merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan sebuah bangsa dalam menentukan perjalanan sejarahnya, termasuk bangsa dan negara kita tercinta Indonesia. Bahkan pendidikan keluarga dapat menjadi laboratorium moderasi beragama dan berbangsa. Karena memang pendidikan sejatinya bukan sekadar di sekolah, tapi juga pendidikan di rumah yang kerap disebut dengan pendidikan keluarga.    Lebih jelasnya, mari kita telisik dari berbagai aspek sebagai berikut. Pertama, aspek peraturan perundang-undangan. Pembukaan konstitusi negara kita, UUD 1945, sangat tegas dan jelas disebutkan mengenai pentingnya tujuan bernegara yaitu untuk, mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian UUD 1945 Pasal 31 menjelaskan, (ayat 1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, (ayat 3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang ...

Biarkan Anak Suka Membaca Buku!

Gambar
PADA berbagai kesempatan, baik pada saat menjadi narasumber bedah buku, acara Webinar, Workshop, Seminar, Pelatihan, atau acara serupa lainnya, saya kerap mendapat pertanyaan dari banyak orangtua dan teman dekat atau sekadar kenalan di media sosial perihal anak-anak saya yang suka membaca buku. Misalnya, "Mas, bagaimana caranya agar anak suka membaca buku?", "Pak,  apa yang perlu dilakukan agar anak lebih suka membaca buku daripada bermain handphone?", dan masih banyak pertanyaan serupa lainnya.  Saya tentu bukan teladan ideal pada aspek bagaimana mendidik anak agar menjadi pembaca dan suka pada buku. Anak saya juga bukan teladan ideal pada sisi pembaca buku yang aktif. Sebab masih banyak orangtua dan anak di luar sana yang jauh lebih telaten untuk mengkondisikan keluarganya sehingga lebih gila untuk membaca buku dan sangat suka sama buku. Namun demikian, pengalaman saya, istri dan anak-anak di rumah bisa juga diujicoba di keluarga pembaca. Tentu, sekali lagi, bukan...

Mengepakkan Kembali Sayap Media PUI

Gambar
PADA Selasa 30 November 2021 saya berkesempatan hadir pada acara Rapat Koordinasi dan Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan oleh DPP Persatuan Ummat Islam (PUI). Pada acara yang dimulai pukul 19.30 WIB-selesai ini diikuti oleh delegasi Humas/Media DPW PUI Se-Indonesia, Humas/Media DPD PUI Se-Indonesia, Humas/Media Organisasi Otonom, Badan dan Lembaga PUI Se-Indonesia melalui Zoom Meeting.  Turut hadir pada acara ini Sekretaris Jenderal DPP PUI H. Raizal Arifin, Ketua Umum DPW PUI Jawa Barat H. Iman Budiman, M.Ag, dan delegasi berbagai wilayah, daerah dan lembaga otonom di PUI. Pada kesempatan ini turut hadir pula senior saya Bang Hendra Gunawan selaku Ketua Bidang Humas dan Media DPW PUI Jawa Barat yang belakangan ini bersama tim-nya semakin geliat dalam memanfaatkan website PUI Jawa Barat dan beberapa media sosial lainnya untuk publikasi ide dan gagasan tokoh, dan berbagai kegiatan DPD Se-Jawa Barat dan DPW PUI Jawa Barat.    Bagi saya sendiri, acara semacam ini san...

Mari Menjadi "Juru Bicara Ketiga" PUI!

Gambar
HARI ini Sabtu 27 November 2021, saya mendapat kesempatan untuk menjadi salah satu narasumber acara Webinar "Workshop Public Relation Chapter 2" yang diadakan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Ummat Islam (PUI) Propinsi Jawa Barat melalui Bidang Humas dan Media. Pada acara yang diadakan secara hibrid (ofline dan online) ini mengangkat tema "How To Be Productive Writter". Sebuah tema yang bukan saja menarik tapi juga kerap digandrungi oleh anak-anak milenial dua dekade belakangan ini.  Pada acara yang dimulai pukul 09.00 hingga 15.30 WIB ini saya mendapatkan kesempatan untuk mengisi acara pada pukul 09.30-11.30 WIB menyampaikan materi  "Menuangkan Ide Menjadi Tulisan”, dengan fokus bahasan diantaranya: mengapa kita harus menulis?, apa yang harus ditulis?, bagaimana sebuah ide menjadi tulisan, dan kiat menjadi penulis produktif. Sementara senior saya Pak Asep Syamsul Romli (Akademisi UIN Bandung, Aktivis ICMI Jawa Barat, dan Pemerhati Media) mengisi dar...

Terima Kasih PUI

Gambar
SEJARAH telah mencatat bahwa kelahiran organisasi Persatuan Ummat Islam (PUI) ditandai dengan disahkannya perhimpunan Persjarikatan Oelama, pimpinan KH. Abdul Halim, oleh pemerintah Hindia Belanda berdasarkan Gouvernment Besluit Nomor 43 Tahun 1917, tertanggal 21 Desember 1917 M/6 Rabiul Awal 1336 H. Dalam Sidang Majelis Syuro PUI, tanggal tersebut disepakati serta ditetapkan sebagai Hari Lahir PUI dan kemudian dicantumkan dalam Anggaran Dasar PUI Pasal 1 ayat (2) yang disahkan pada tanggal 28 Desember 2019 M/1 Jumadil Ula 1441 H. Demikian yang diungkap KH. Nurhasan Zaidi pada tulisannya yang berjudul "Sekilas Sejarah 103 Tahun Persatuan Ummat Islam (PUI)".  Kini PUI sudah berusia 104 tahun (21 Desember 1917  21 Desember 2021), sebuah usia yang sangat matang bagi sebuah organisasi untuk berkonsolidasi, berkontribusi sosial dan melebarkan sayap pergerakan di berbagai lini dan penjuru. Berterima kasih kepada PUI sengaja saya ketengahkan pada momentum 104 tahun usia PUI melalui ...

Refleksi 104 Tahun PUI; Memimpin Umat, Membangun Bangsa

Gambar
21 Desember 2021, dalam hitungan masehi Persatuan Ummat Islam (PUI) genap berusia 104 tahun. Ini merupakan perjalanan panjang dengan tantangan yang tak sedikit. Pengalaman PUI dalam melayani umat dan merespon berbagai dinamika kemasyarakatan pun cukup banyak. Usia seabad lebih adalah usia yang sangat matang untuk penguatan infrastruktur dan pembenahan dalam berbagai sisinya. Baik yang bersifat organisatoris dan sumber daya manusia (SDM) maupun yang bersifat peran dan kontribusi sosial-kemasyarakatan. Sehingga kontribusi PUI untuk memajukan dirinya juga umat dan bangsa tak bisa dianggap sebelah mata.  Seabad lebih sudah terlewat dengan seluruh cerita dan lakonnya; suka dan dukanya, sunyi dan hiruk pikuknya. Pada abad kedua ini PUI perlu fokus pada banyak hal, pertama, membenahi aset wakaf dan aset lainnya baik secara hukum maupun secara pemberdayaan atau pengelolaannya. Masih terkait itu, PUI perlu lebih profesional mengelola amal usaha seperti perguruan tinggi, sekolah, pesantren d...

Temukan Ide Tulisan Pada Sarang Laba-laba

Gambar
"Kalau Sabtu 27 November 2021 kita workshop penulisan untuk kader Se-Jawa Barat via zoom, bagimana, siap? Ini untuk mempersiapkan jurnalis tiap kota/kabupaten". Begitu ajakan Kang Hendra selaku Ketua Bidang Humas DPW PUI Jawa Barat pada Sabtu 20 Sabtu November 2021 pada sebuah group WhatsApp. Kali ini Kang Hendra mendaulat saya untuk menjadi pemantik diskusi sekaligus pemateri untuk materi "Menuangkan Ide Ke Dalam Tulisan". Sebagai orang yang terbiasa menulis di blog, sembari menanti pelaksanaan kegiatan tersebut, saya memilih untuk mengawalinya dengan tulisan berikut.  Salah satu rumusan ide menulis yang saya selalu gunakan selama ini adalah rumusan sarang laba-laba. Dalam beberapa pertemuan di saat saya didaulat menjadi narasumber atau fasilitator acara serupa di beberapa pesantren, sekolah, kampus dan kota, saya kerap menggunakan rumusan tersebut. Bahkan dari seluruh buku yang saya tulis, kurang-lebih 40-an buku dan ribuan artikel yang dimuat di berbagai surat ka...