Postingan

Tradisi Menulis; Tantangan dan Jalan Keluar

Gambar
SAYA adalah pemula dalam dunia kepenulisan. Sebagai pemula, saya kerap mengalami tantangan berat, tiga diantaranya yaitu (1) konsistensi menulis, (2) menjaga tradisi penopang utama seperti aktif membaca buku atau tulisan lain sebagai sumber ide atau inspirasi, dan (3) jam terbang. Dalam level tertentu tiga tantangan ini cukup mengganggu dan bisa-bisa pada waktu tertentu seperti kehilangan daya untuk sekadar melahirkan satu buku di setiap bulannya, bahkan satu artikel pendek di setiap harinya.  Tantangan Penulis Pemula  Pertama, konsistensi menulis. Saya harus akui bahwa di dunia kepenulisan, saya adalah pemula. Levelnya masih ingusan, jauh jaraknya dengan para suhu yang sudah menulis banyak karya, baik buku dan novel maupun artikel lepas yang dipublikasi di berbagai media. Dalam beberapa momentum, saya kadang diserang rasa malas, sehingga tidak bisa menghasilkan satu tulisan pendek sekalipun. Bila dibiarkan terus berlalu tanpa jalan keluar, maka saya bakal terjebak dalam ranja...

Enam Musibah yang Menghapus Dosa

Gambar
Perjalanan hidup kita di dunia ini tak selamanya baik-baik saja. Ada saja selingan yang terlihat "buruk". Tak sedikit yang ditimpa berbagai bencana dan musibah bertubi-tubi. Mereka ditimpa berbagai bencana dan musibah bukan sekali, tapi berkali-kali. Berbagai bencana banjir, gunung meletus dan tanah longsor kerap menjadi peristiwa yang melingkupi kehidupan sebagian kita selama ini.  Dalam memandang berbagai peristiwa tersebut, alangkah baiknya bila kita mendalami salah satu hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau bersabda, "Tidaklah seorang muslim itu ditimpa musibah baik berupa rasa lelah, rasa sakit, rasa khawatir, rasa sedih, gangguan atau rasa gelisah sampai pun duri yang melukainya melainkan dengannya Allah akan mengampuni dosa-dosanya” (HR. Bukhari dan Muslim) Dari hadits tersebut beliau sangat tegas memberi kabar gembira bahwa berbagai musibah yang menimpa kita adalah jalan bagi terhapusnya berbagai dosa yang pernah kita lakukan. Kita harus akui...

Tiga Keajaiban Istighfar

Gambar
Manusia, dalam hal ini kita, apapun latar belakang kita, hidup di dunia ini dengan segala dinamika dan problematikanya. Hal tersebut sangat wajar, sebab kehidupan dunia adalah medan amal sekaligus medan uji. Kehidupan yang kita alami dan mati yang kita alami nanti adalah media uji dari Allah. Allah berfirman, "Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun." (QS. al-Mulk: 2)  Sebagai ciptaan Allah, kita tentu memiliki ujian dan tantangan hidup tersendiri. Ada yang tahan uji, sehingga semakin teguh menjadi hamba Allah yang imannya makin kokoh dan amalnya semakin berkualitas. Namun demikian, ada pula yang tak bisa bertahan, sehingga terjebak pada keluh kesah yang melampaui batas. Bahkan terjebak menjadi manusia yang enggan bersyukur atau menjadi kufur kepada-Nya.  Betapa indahnya Islam dengan segala ajarannya yang sangat mulia dan dapat menjadi jalan keluar bagi kehidupan umatnya. Salah sat...

Bencana dan Kesadaran Ekoteologis Kita

Gambar
BEBERAPA waktu lalu, tiga provinsi di Pulau Sumatra yaitu Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat terkena bencana dahsyat berupa banjir yang meliputi berbagai lokasi. Nyawa manusia lintas usia melayang, warga di berbagai tempat mengungsi dan tak sedikit yang masih mengalami rasa sedih dan sakit karena dampak bencana ini. Kita tentu sangat prihatin dan turut berduka juga bersedih atas kejadian ini.  Bencana serupa juga terjadi di beberapa tempat dengan skala kecil, namun terdampak mengerikan. Banjir di beberapa tempat, misalnya, masih menjadi momok yang menakutkan bagi warga terdampak. Selain tumpukan sampah yang menghalang air mengalir, banjir juga terjadi diduga karena ulah manusia tak bertanggung jawab. Tak sedikit warga yang belum bisa kembali ke rumah masing-masing karena di beberapa tempat, hujan masih turun dengan debet besar.  Bila merujuk Al-Qur'an, kita menemukan firman Allah yang menjelaskan perihal fenomena ini, yaitu fenomena bencana yang merusak. Allah berfirman, "T...

Jadilah Orang Cerdas, Jauhi Toxic!

Gambar
Kehidupan di dunia ini hanya sekali dan tak lama. Walau demikian, di sinilah satu-satunya tempat untuk melakukan kebaikan dan melipatgandakannya menjadi kebaikan yang tak bisa dihitung bilang. Di sinilah letak pentingnya mengambil posisi tegas dalam segala hal. Menjadi orang cerdas dan hidupnya bermakna adalah pilihan tepat.  Pertama, kamu memiliki sedikit teman dari banyak orang. Berteman boleh, tapi jangan pernah ngasal berteman. Berteman harus dibangun di atas kebaikan dan untuk kebaikan. Kalau cuma basa-basi, bikin dosa, buang-buang waktu, lakuin yang sia-sia, dan berbagai hal buruk yang ditimbulkannya, maka berteman semacam itu layak disudahi.  Kedua, kamu merasa sepi di tengah keramaian.  Hidup dengan prinsip yang benar dan kokoh dengannya adalah eksistensi kamu yang sesungguhnya. Karena itu, jangan pernah hidup hanya ikut-ikutan atau sekadar meramaikan suasana sekitar. Kamu harus memilih sikap yang tegas. Bahkan bila itu dianggap menyepi di tengah banyak orang....

Nasehat Literasi Prof. Yudi Krisnandi

Gambar
Alhamdulillah hari ini Ahad 23 November 2025 pagi saya bisa bersua tak sengaja dengan Prof. Yudi Krisnandi di Tebet, Jakarta. Mengapa tak sengaja? Karena saya bertemu dengan Prof. Yudi saat saya hendak membeli air kelapa muda yang dekat dengan tempat beliau berdomisili dan tempat saya nongkrong kali ini.  Kali ini Prof. Yudi baru saja tiba di lokasi.  "Assalamu'alaikum, dengan Prof. Yudi ya?," tanya saya. "Wa'alaikumussalam, iya betul," jawabnya singkat. "Saya Syamsudin Kadir Prof. Saya asli Manggarai Barat, NTT. Saat ini domisili di Cirebon, tak jauh dari rumah Prof. yang di Cirebon. Ini lagi ada acara di dekat sini. Kita sering bertemu kalau di Cirebon, termasuk ke rumah Prof.," jelas saya melanjutkan.  "Oh gitu ya. Saya pagi ini berolahraga seperti biasa, jalan memutar kompleks, terus sekalian mencari air kelapa muda", ujarnya. "Iya Prof. Saya sangat senang bisa bertemu lagi. Kita bertemu terakhir pada Ramadan tahun 2024 dan menje...

113 Tahun Muhammadiyah Memajukan Kesejahteraan Bangsa

Gambar
PADA Selasa 18 November 2025, Muhammadiyah genap berusia 113 tahun. KH. Ahmad Dahlan merupakan pendiri sekaligus Ketua Umum pertama persyarikatan berbasis massa Islam yang didirikan di Yogjakarta ini. Dari awal berdiri hingga saat ini Muhammadiyah konsisten ber-amar maruf nahi mungkar dalam berbagai aksi nyata.  Ratusan perguruan tinggi, ribuan lembaga pendidikan tingkat dasar hingga tingkat atas, dan lembaga pendidikan informal sekaligus non formal menyebar di berbagai penjuru pelosok tanah air. Berbagai lembaga pendidikan tersebut bukan saja dirasakan manfaatnya oleh pengurus dan anggota Muhammadiyah, tapi juga non muslim.  Beberapa lembaga pendidikan sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) memberi bantuan dan keringanan biaya pendidikan bagi mereka yang layak mendapatkannya. Bahkan tak sedikit pelajar dan mahasiswa non Muhammadiyah serta non muslim yang mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan dari Muhammadiyah.  AUM di bidang kesehatan juga berkontribusi besa...