Postingan

Konsepsi Islam tentang Pengetahuan

Gambar
DALAM sejarah peradaban Islam, konsep ilmu pengetahuan meresap ke dalam jiwa umat Islam sebagai identitas dirinya. Bahkan menurut Mursalim (2010) al-Qur’an sendiri menyebut akar kata “ilmu” dan kata turunannya tidak kurang dari 744 kali. Di sini sangat jelas bahwa Islam konektif dengan ilmu pengetahuan bahkan menjabarkannya secara konseptual dan bahkan dalam perkembangannya dapat diteorisasikan dalam bentuk pengembangan atau cabang-cabang ilmu pengetahuan.

Menjadi Guru yang Pantas Diteladani

Gambar
REKTOR Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Jawa Timur (1997-2013) Imam Suprayogo pernah mengatakan bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang menempatkan pendidikan sebagai basis utama pembangunannya. Menurut akademisi sekaligus penulis buku “Membumikan Gerakan Ilmu dalam Muhammadiyah” (2010) ini, dengan pendidikan atau proses belajar yang terus menerus sebuah bangsa akan menghasilkan manusia yang memiliki keyakinan sekaligus kepercayaan yang tinggi kepada Kekuasaan Allah sebagai Penciptanya. Dengan pendidikan yang berkualitas, mereka juga cerdas dan terampil, sehat jiwa dan raga, memiliki karakter dan watak yang mulia. Sehingga bangsa dan negara menjadi kuat, berkarakter dan mampu bersaing di tengah dinamika global yang semakin kompetitif.

Miliki Blog, Penuhi dengan Tulisan

Gambar
Menulis merupakan salah bentuk aktifitas kreatif yang diminati oleh banyak kalangan akhir-akhir ini. Bukan saja usia tua dan dewasa, rema dan anak-anak pun turut meramaikan dunia kepenulisan. Bahkan uniknya lagi, dulu itu yang menulis hanya para penulis, kini semua orang bisa menulis hingga menghasilkan karya. Saya sendiri sudah menekuni aktifitas menulis sudah sejak lama. Namun sebagai blogger, saya baru menekuni beberapa tahun terakhir, dengan beberapa blog yang saya kelola. Walau masih dalam tahapan awal, saya merasakan begitu banyak manfaat dari aktifitas ini. Saya merasa ada banyak “berkah” dari pilihan hidup menjadi seorang blogger. Selain bebas mempublikasikan tulisan, dengan menjadi blogger juga dapat membantu saya untuk menemukan berbagai ide baru yang lebih tajam.

Menelisik Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah

Gambar
Pendidikan Luar Sekolah (PLS) merupakan salah satu jenis pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan non formal yang bukan pendidikan formal dan informal (UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas, Pasal 13 ayat 1). Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa, “P endidikan non formal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. ” (Pasal 26 ayat 1)

Sejarah Perkembangan Pendidikan Luar Sekolah

Gambar
Pendidikan Luar Sekolah (PLS) adalah setiap usaha pelayanan pendidikan yang diselenggarakan di luar sistem sekolah, berlangsung seumur hidup, dijalankan dengan sengaja, teratur dan berencana yang bertujuan untuk mengaktualisasi potensi manusia (sikap, tindak dan karya) sehingga dapat terwujud manusia seutuhnya yang gemar belajar-mengajar dan mampu meningkatkan taraf hidupnya. K egiatan PLS dilakukan secara terprogram, terencana, dilakukan secara mandiri ataupun merupakan bagian pendidikan yang lebih luas untuk melayani peserta didik dengan tujuan mengembangkan kemampuan-kemampuan seoptimal mungkin serta untuk mencapai kebutuhan hidupnya. PLS sendiri merupakan salah satu terobosan baru dalam sistem pendidikan Indonesia. Karena itu, ia memiliki sejarah perkembangan tersendiri sekaligus faktor pendukung perkembangannya.

Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah

Gambar
PENDIDIKAN adalah tumpuan hidup manusia sehingga perhatian terhadap pendidikan begitu serius dan terus berlanjut. Penyebabnya, pendidikan merupakan, pertama , sebagai sarana untuk memecahkan persoalan-persoalan kehidupan manusia yang tengah dihadapinya atau diprediksi dihadapi pada masa mendatang. Kedua , sebagai sarana untuk membangun peradaban manusia, melampaui masalah-masalah yang dihadapinya. [1]

Resume Buku Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum

Gambar
Judul                : Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum Penulis             : Prof. Dr. H. Oemar Hamalik Tebal                 : 276 halaman Ukuran              : 15,5 x 24 cm Jenis kertas       : HVS 70 gram Penerbit            : PT REMAJA ROSDAKARYA Kota                 : Bandung Cetakan            : Keenam Tahun               : Maret 2016 Harga               : Rp 58.800