Postingan

Muhammadiyah: Ide, Narasi dan Karya

Gambar
Alhamdulillah buku saya yang berjudul "Muhammadiyah; Ide, Narasi dan Karya" sedang dalam proses penerbitan. Buku setebal 157 halaman ini merupakan bunga rampai atau antologi artikel saya yang membahas seputar Muhammadiyah: ide dan pemikiran tokoh, geliat amal usaha dan kontribusi sosialnya. Di samping apresiasi atas berbagai lakon Muhammadiyah dan para tokohnya selama ini.  Berita baiknya, hampir semua artikel yang ada dalam buku terbitan awal Februari 2023 ini pernah dimuat di berbagai surat kabar dan media online sejak 2016 silam hingga Januari 2023 ini. Karena rerata pernah dipublikasi, dapatlah dikatakan bahwa isi buku ini tidak asing bagi pembaca, terutama yang aktif membaca tulisan saya di berbagai surat kabar dan media online.  Saya berpandangan bahwa menulis adalah cara sederhana mengapresiasi realitas dan fenomena di sekitar, termasuk seputar Muhammadiyah. Bagaimana pun, Muhammadiyah merupakan persyarikatan tertua di Indonesia yang sejak awal fokus pada advokasi dan ...

Optimisme dan Geliat Ekspansi MHU Jawa Barat

Gambar
PADA Kamis 9 Februari 2023 pengurus Manasik Haji Umran (MHU) Wilayah Jawa Barat bertandang ke kantor pusat MHU di Jakarta Barat, Jakarta. Kali ini rombongan delapan pengurus diterima langsung oleh Owner MHU Ustadz H. Fitrah M. Piama, Lc. (Ustadz Aba Maher). Perjalanan selama 3 jam 20 menit hingga sampai bersua Ustadz Aba Maher merupakan hajatan penting dalam upaya penguatan dan ekspansi MHU khususnya MHU Jawa Barat ke depan.  Mengawali perbincangan dengan Ustadz Abah Maher saya menyampaikan pemantik awal, termasuk mengenalkan secara singkat tim yang berkunjung kali ini. Selanjutnya, Ustadz Abah Maher langsung menyampaikan beberapa hal penting perihal MHU, dari awal hingga kini, dan ke depan. Baik dari peluang bisnis, sumber daya dan dinamika bisnis travel ke depan.  Diantara poin yang disampaikan adalah sebagai berikut, pertama, bila ditelisik, tim MHU Jawa Barat termasuk yang terstruktur dan solid. Potensi personal pengurus dan relawan cukup mumpuni, di samping jaringan perso...

Menulis Bebas dan Merdeka di Blog

Gambar
MENULIS adalah rutinitas paling kren dan asyik yang bisa kita pilih pada saat kemajuan dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin tak terbendung akhir-akhir ini. Tak perlu butuh waktu lama, tidak butuh tempat yang mewah, dan tak butuh kesibukan yang ribet ini itu, kita bisa melakukannya kapan dan di mana pun kita mau. Semaunya kita, sepuas-puasnya kita. Bahkan tanpa menjadi penulis atau berprofesi sebagai penulis pun kita bisa melakukan aktivitas menulis tanpa hambatan yang benar-benar menghambat.  Media sederhana yang bisa kita manfaatkan untuk menulis sekaligus mempublikasi tulisan kita pun selain WhatsApp, Facebook dan Instagram adalah Web Log yang akrab disebut blog. Selain mudah diakses oleh sang Blogger,  blog juga bisa diakses oleh siapapun yang membuka atau mengakses internet. Pembaca dari berbagai latar belakang dan tempat pun bisa membaca dan mengkritik tulisan kita kapan pun mereka mau. Semuanya mudah dan bebas. Kuncinya hanya satu: menulis ata...

Status Medsos Bisa Jadi Buku

Gambar
CARA belajar menulis paling sederhana tapi berdampak apik adalah menulis status di media sosial, baik WhatsApp maupun Facebook. Isinya bebas, yang penting mengandung nilai edukasi, motivasi dan nilai positif lainnya. Atau sesuai dengan selera masing-masing. Apapun itu, asal nyaman di hati dan enak dibaca. Memang awalnya pasti agak sulit atau malu, tapi bila niat dan tekad sudah kuat, nanti hati dan jarinya bakal tergerak untuk bergerak, ya segera menulis.  Hal tersebut cukup mudah dilakukan dan bisa dipraktikkan secara langsung. Sebab pada dasarnya setiap kita rerata punya akun media sosial dan terbiasa menulis di situ. Sehari-hari kita menulis di situ dalam bentuk apapun. Termasuk sekadar berbagi cerita dan posisi kita hari tertentu sedang berada di mana dan lagi melakukan apa. Atau mungkin ada hal-hal unik yang perlu kita sebar dalam bentuk cerita dan serupanya. Setiap kita punya cerita atau hal unik lainnya yang perlu dishare ke pembaca di luar sana, bukan?  Nah, bagi sahab...

Mengenang Prof. Khairul Wahidin

Gambar
"Innalillahi wa Inna ilaihi rooji'iun... Telah meninggal dunia guru sekaligus orangtua kami Bapak Prof. Dr. Khaerul Wahidin, Pembina Yayasan Akmala Sabila sekaligus Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) pada Ahad 22 Januari 2023 pukul 21.00 WIB. Semoga Allah ampuni dan maafkan serta kelak menyediakan baginya surga terbaik!" Begitu kira-kira informasi sekaligus ucapan duka yang saya sampaikan pada Senin 23 Januari 2023 sekitar pukul 04.50 WIB.  Prof. Khairul Wahidin bukanlah sosok yang asing bagi saya dan kolega di Cirebon. Secara pribadi saya mengenal beliau sejak awal saya menjadi warga Cirebon pada Oktober 2010 silam. Kala itu beliau kerap menjadi narasumber seminar di beberapa forum dan khotib Jumat di beberapa masjid kampus dan masjid raya di Cirebon. Sepengetahuan saya, terutama setelah beberapa kali bertemu, beliau adalah sosok orangtua yang bijak, pendidik yang telaten dan motivator yang handal.  Sekadar mengenang pertemuan dan kedekatan dengan belia...

Tiga Penjaga Stamina Menulis

Gambar
SELAMA sekian dekade lalu, menulis sebagai aktivitas profesional akrab dilakukan oleh mereka yang berprofesi sebagai penulis. Sehingga posisi penulis pun kerap disandingkan dengan profesi lain seperti dokter, guru, ASN, dan sebagainya. Namun belakangan ini, menulis bukan sesuatu yang asing lagi bagi siapapun. Siapapun sudah akrab dengan dunia kepenulisan, walau mereka tidak berprofesi sebagai penulis.  Apalah lagi di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin geliat selama satu dekade terakhir, menulis pun sudah menjadi rutinitas yang akrab dengan siapapun. Bukan saja penulis yang memang rutin menulis, tukang becak, pembantu rumah tangga, satpam, dan sopir angkot pun terbiasa menulis. Walau bukan menulis hal-hal berat dan serius seperti karya ilmiah, namun pada umumnya semuanya sudah biasa dengan aktivitas menulis, minimal menulis status media sosial mereka masing-masing.   Sebagai pemula dalam dunia kepenulisan sering mengalami kendala dalam menjaga...

Kuasa Allah dan Prioritas Awal Tahun 2023

Gambar
DALAM al-Quran Allah bersumpah dengan makhluk-makhluk-Nya, terutama berkaitan dengan waktu, seperti : "Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah). Dan demi malam apabila telah sunyi." (QS. adh-Dhuha : 1-2). Lalu, "Demi Masa". (QS. al-Ashr: 1). Dan masih banyak ayat yang lain. Bersamaan dengan itu, memang benar Allah melarang makhluknya bersumpah dengan makhluk lainnya. Larangan ini Allah sampaikan melalui sabda Nabi shallallahu ’alaihi wasallam, "Siapa yang bersumpah dengan nama selain Allah, maka dia telah jatuh dalam kekafiran atau syirik". (HR. Tirmidzi dan Al Hakim, dengan sanad shahih) Lalu, mengapa Allah bersumpah dengan makhluk-Nya, terutama waktu? Menurut sebagian para ulama, diantara sebab sekaligus hikmahnya adalah (1) Sumpah adalah termasuk gaya bahasa Arab yang bertujuan memberikan penekanan kepada pendengar. Dan, al-Qur’an diturunkan berbahasa Arab. (2) Menambah keyakinan orang-orang beriman. Meski tanpa sumpah pun mereka sudah meyaki...