Postingan

Islam dan Guru Sebagai Penentu Anak Berkarakter

Gambar
MENURUT ajaran Islam, pendidikan adalah kebutuhan hidup manusia yang mutlak harus dipenuhi, demi untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan pendidikan itu pula manusia akan mendapatkan berbagai macam ilmu pengetahuan untuk bekal dalam hidup dan kehidupannya.     Pendidikan Islam sendiri merupakan disiplin ilmu yang di dalamnya mengandung berbagai dimensi. Seperti dimensi manusia sebagai subyek atau pelaku pendidikan (baik berstatus sebagai pendidik atau peserta didik), maupun dimensi landasan, tujuan, materi atau kurikulum, metodologi, dan dimensi institusi dalam penyelengaraan pendidikan. Dimensi-dimensi tersebut merupakan faktor penting yang mendukung keberhasilan pelaksanaan proses kegiatan pendidikan, dan masing-masing dimensi ini memiliki paradigma fungsional sendiri-sendiri dan saling terkait bersinergi dalam sebuah sistem pendidikan.

Melahirkan Siswa Zaman Now

Gambar
PENDIDIKAN formal dirasakan urgensinya ketika keluarga tidak mampu lagi memberikan pendidikan yang wajar kepada anak-anaknya. Lembaga ini akhirnya diterima sebagai wahana proses kemanusiaan dan pemanusiaan kedua setelah keluarga. Dalam perjalanannya, ternyata tidak ada pendidikan formal yang benar-benar ideal. Ini ditandai dengan adanya praktik pendidikan yang kurang menghargai kebebasan siswa. Fenomena semacam ini disebut Paulo Freire dalam The Politic of Education : Culture, Power, and Liberation (1980)—dalam Inovasi Pendidikan (Sudarwan Danim, 2010)—sebagai praksis pendidikan yang membelenggu, bukan membebaskan.   Kalau memperhatikan posisi peserta didik sebagai generasi penerus, maka pendidikan mesti dirancang dengan sebuah multiliterasy pedagogocal planning dan mempersiapkan peserta didik untuk memiliki berbagai kompetensi diantaranya, pertama , memiliki kompetensi untuk kolaborasi lintas latar: negara, budaya, bahasa dan profesi serta memiliki kompetensi dive...

Meningkatkan Produktivitas Guru sebagai Profesi

Gambar
SUDAH menjadi pengetahuan umum bahwa guru memiliki peran penting dan senteral dalam pengembangan manusia yang utuh sebagai sumber daya menuju pembangunan bangsa yang semakin tangguh dan maju. Akan tetapi, kesadaran semacam itu belum sepenuhnya diikuti oleh pemberian perhatian dan penghargaan yang lebih pantas kepada guru sesuai dengan bebannya yang berat dan penting. Kalau dikaji, maka akan dipahami beberapa langkah pokok yang perlu dilakukan untuk mengembangkan guru sebagai profesi yang andal dan lebih maju, yaitu, pertama , pengembangan sistem penjaminan mutu guru. Untuk menjamin pengembangan kemampuan guru sesuai dengan tuntunan perkembangannya, sertifikat kompetensi guru perlu diperbaruhi, misalnya, lima tahun sekali, atau bahkan lebih cepat sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman. Kedua , pembenahan manajemen guru. Lebih ril, seleksi dan penempatan guru harus transparan, akuntabel dan profesional. UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (yang disahkan dan ditetapka...

Keterampilan Dasar Mengajar Guru

Gambar
GURU merupakan salah satu elemen penting dalam proses pembelajaran. Untuk kepentingan berjalannya proses pembelajaran maka guru mesti memiliki keterampilan dasar. Secara umum keterampilan dasar mengajar seorang guru mencakup banyak hal, yang kalau disederhanakan terdapat 8 keterampilan dasar mengajar. Lebih jelasnya, dapat dijelaskan sebagai berikut: Pertama, keterampilan bertanya Pada hakikatnya melalui bertanya kita akan mengetahui dan mendapatkan informasi tentang apa saja yang ingin kita ketahui. Tujuan guru mengajukan pertanyaan anatra lain adalah : Menimbulkan rasa keingintahuan , Merangsang fungsi berpikir , Mengembangkan keterampilan berpikir , Memfokuskan perhatian siswa , Mendiagnosis kesulitan belajar siswa , Menkomunikasikan harapan yang diinginkan oleh guru dari siswanya , dan Merangsang terjadinya diskusi dan memperlihatkan perhatian terhadap gagasan dan terapan siswa sebagai subjek didik.

Dari FDS Ke Penguatan Pendidikan Karakter

Gambar
HAMPIR sebulan terakhir publik terbawa arus dinamika pemberitaan berbagai media massa mengenai Five Day School (FDS). Polemik berawal ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Efendy mewacanakan hingga mengeluarkan kebijakan Full Day School (FDS)—yang belakangan berubah menjadi Five Day School (FDS)—yang mesti dilaksanakan oleh berbagai lembaga pendidikan baik sekolah maupun madrasah. Ya, pada 12 Juni 2017 Mendikbud mengeluarkan Permendikbub nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, yang tentu isinya berisi penguatan dari kebijakan Full Day School (FDS) yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Respon publik pun beragam, tentu sesuai dengan pandangan dan kepentingannya masing-masing. Bahkan kedua Ormas terbesar (Muhammadiyah dan NU) pun turut terseret dalam polemik tersebut. Kebijakan tersebut yang pada awalnya bernyawa pendidikan, belakangan justru berbau politis.

Konsep Dasar Kebijakan Pendidikan

Gambar
MENURUT U ndang-undang No mor 20 T ahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) , p endidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Landasan Teologis, Yuridis dan Filosofis Life Skill

Gambar
MENURUT Senge (2000) dalam Rohmalina Wahab (2012) , pendidikan diartikan sebagai proses perolehan pengalaman belajar yang berguna bagi peserta didik. Pengalaman belajar tersebut diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik sehingga siap digunakan untuk menyelesaikan problema kehidupan yang dihadapinya. Pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik diharapkan juga mengilhami mereka ketika menghadapi problema dalam kehidupan sesungguhnya . [1]