Postingan

Hikmah Pengadilan Pribadi

Gambar
SETIAP manusia pasti pernah berbuat salah. Tidak ada manusia yang suci bak malaikat seperti halnya tidak ada manusia kotor bak setan. Namun, sedikit sekali orang yang mampu menemukan kesalahan yang dilakukannya. Betul kata pepatah, semut di seberang lautan kelihatan, tapi gajah di pelupuk mata tak tampak. Padahal, kemampuan mengetahui kesalahan-kesalahan pribadi adalah gerbang awal untuk melakukan perbaikan. Ibarat orang sakit, selama penyakitnya belum ditemukan, maka jangan berharap untuk bisa disembuhkan.

Guru Menulis, Bisa!

Gambar
PASAL 1 ayat (1) UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menjelaskan bahwa , guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Ya, guru adalah sebutan untuk manusia yang melakukan pekerjaan besar dalam sejarah peradaban umat manusia; lebih khususnya dalam konteks sejarah bangsa dan negara tercinta, Indonesia.

Menuju Orang Tua Cerdas di Era Digital

Gambar
PADA Sabtu 16 Februari 2019 lalu saya dan kedua anak saya Azka Syakira (7 tahun, siswi SDIT Sabilul Huda) dan Bukhari Muhtadin (5 tahun, TK Asuhan Ibu) menghadiri acara Seminar Islamic Parenting bertema “Mengelola Emosi Anak di Era Digital” di Swiss Belhotel, CSB Mall, Kota Cirebon.   Dr. Netty Prasetiyani Heryawan, M.Si (Netty) dan Mohammad Fauzil Adhim (Fauzil) yang didaulat menjadi n arasumber pada acara tersebut m enyepakati bahwa setiap anak adalah penting. Keragaman sikap dan tingkah pada anak kita mesti dipahami sebagai anugerah dari Allah. Tugas kita adalah membimbing dan mengarahkannya sehingga bermanfaat bagi perkembangan anak. Baik dalam aspek fisik, kognitif dan bahasa maupun dalam hal emosi, sosial dan cita-cita anak.

Pentingnya Pendidikan Akhlak Di Era Milenial

Gambar
BANYAK dari berbagai kalangan manusia beranggapan bahwa, tabiat dan akhlak manusia tidak mungkin bisa dirubah. Akan tetapi Imam Ghazali membantah semua anggapan tersebut, sebab akhlak manusia bisa dirubah melalui pendidikan akhlak berdasarkan kepada kenyataan diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu untuk merubah akhlak manusia yang buruk menuju akhlak yang baik. Akhlak  secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata  khuluk , berasal dari Bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat. Sedangkan Imam Ghazali menuliskan di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, “Iktisaabu hadzihil akhlaaqi bil mujaahadati warriyaadloti, wa a’nii bihi Hamalannafsi ‘alaal a’maalillatii yaqtadliihal khuluqal mathluuba”.

Mewujudkan Mimpi dengan Mencari Ilmu

Gambar
CITA -cita atau impian adalah sebuah pengharapan yang dimiliki oleh setiap insan dari kehidupannya. “Bermimpilah dalam keadaan mata terbuka, maka hal terindah dari sebuah mimpi adalah tindakan sang pemimpi!” Sebuah cita-cita atau impian itu harus diperjuangkan, bukan terus menjadi lamunan kosong yang tidak membawa perubahan dalam diri seseorang.

Membersamai Penghafal Al-Qur’an

Gambar
BERMULA pada 2016 lalu, dipercayai oleh Kepala Tahfidz Al-Qur’an di pondok pesantren salaf (LPD Al-Bahjah Pusat), yang berlokasi di Cirebon-Jawa Barat, untuk menjadi pendidik di kalangan para santri Hafidz Al-Quran. Meski bukan sebagai guru Tahfiz Al-Qur’an, tapi hal ini perlu saya syukuri. Alasanya sederhana:     Pertama , ini adalah pertama kali saya merasakan menjadi sebagai seorang pendidik. Kedua , saya bisa berkhidmah di pondok pesantren. Ketiga , saya bisa belajar mengajarkan para santri-santri Tahfidz untuk mengenalkan Ilmu Pengetahuan secara luas agar mereka tidak kaku ketika kelak dalam berdakwah di tengah masyarakat.  

Guru dan Tantangan Globalisasi

Gambar
PASAL 3 Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.