Postingan

ANTARA MERDEKA  BELAJAR ATAU BELAJAR MERDEKA

Gambar
"Merdeka Belajar" belakangan ini sangat sering terdengar, karena ini merupakan salah satu program inisiatif Bapak Mentri Pendidikan Bapak Nadiem Anwar Makarim. Tujuan utamanya yaitu supaya guru, peserta didik dan orang tua merasa bahagia. Guru bahagia dalam menyiapkan dan mentrasfer materi pembelajaran, peserta didik bahagia dalam menikmati proses pembelajaran dan begitupun orang tua bahagia atas keberhasilan anaknya. Dilihat dari tujuan di atas, maka konsep "Merdeka Belajar" merupakan suatu keharusan di masa sekarang. Dimana sejak dulu sampai sekarang guru dibebani oleh berbagai macam adminstrasi dan perangkat pembelajaran, peserta didik dibebani oleh banyaknya tugas dan evaluasi pembelajaran, sementara orang tua dibebani oleh berbagai biaya pendidikan, akan tetapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Pada dasarnya peserta didik dilahirkan dengan latar belakang yang berbeda, tentunya cita-cita kehidupnyapun pasti berbeda-beda juga. Sejalan dengan konsep...

PENDIDIKAN MENCERAHKAN DAN MENCERDASKAN BANGSA

Gambar
BUKU berjudul "Pendidikan Mencerahkan dan Mencerdaskan Bangsa" ini merupakan antologi atau kumpulan 20 tulisan saya dalam bentuk artikel-essay yang pernah dimuat di berbagai surat kabar seperti Radar Cirebon, Fajar Cirebon, Kabar Cirebon (semuanya di Jawa Barat) dan sebagainya mulai Januari 2016 hingga September 2018 lalu, khususnya yang bertema seputar pendidikan dalam berbagai aspeknya.  Dalam buku ini saya mencoba berbagi perspektif tentang banyak hal, terutama isu terkini, seperti penanggulangan penyalahgunaan narkoba, langkah-solisi dalam menghadapi geng motor yang terus berulah, pola cerdas menanggulangi terorisme, dan apresiasi atas fenomena keberagamaan kaum millenial akhir-akhir ini.  Selain itu dibahas juga seputar upaya melahirkan siswa yang konektif dengan zamannya, kembali meneguhkan pendidikan keluarga sebagai laboratorium penting bangsa, pentingnya pendidikan karakter dalam zaman yang serba permisif, urgensi pendidikan luar sekolah, perspektif menj...

NIKAHLAH DENGAN WANITA YANG SUKA MEMBACA BUKU! 

Gambar
BAGI kamu yang belum menikah, bila hendak menikah, carilah sosok wanita yang suka membaca buku sebagai calon pendamping hidup kamu. Tak jaminan memang, tapi minimal dia punya pola dan metode dalam meningkatkan pengetahuannya untuk membersamai kamu kelak. Bukan sekadar untuk mendidik anak atau keturunan kamu, tapi juga untuk membantu kamu dalam mendidik dirinya. Agar kamu mendapatkan wanita semacam itu, tentu kamu sendiri juga mesti memiliki kebiasaan yang sama: suka membaca buku. Bila selama ini kamu masih enggan membaca buku dan menganggap membaca buku sebagai aktivitas yang sia-sia alias mubazir, maka saat ini juga kamu mesti memulainya. Bukan menunggu nanti dan nanti. Karena nanti belum ada jaminan kamu masih hidup.  Tak ada jaminan memang, bahwa ketika kamu suka membaca buku lalu kamu bakal mendapat pendamping hidup yang berilmu karena suka membaca buku. Tapi minimal dengan menjaga tradisi membaca buku, kamu bisa meningkatkan kualitas diri kamu agar mampu mendidiknya...

PANCASILA BAGAI GADIS CANTIK

Gambar
SEDERHANA saja, anak-anak millenial engga paham Pancasila. Karena mereka biasa dan butuh yang ril. Misalnya siapa manusia yang patut dicontoh. Mereka suka yang praktis. Kalau sekadar doktrin, mereka engga mempan. Orangtua juga cuma hafal lima sila. Itu pun sebagian. Maknanya apa, entah.  Maka proses mempertanyakan adalah proses yang wajar. Bagaimana mungkin menerima dan mengamalkan sesuatu yang belum dipahami, lalu orang dipaksa. Bila bertanya langsung dihakimi secara membabi buta. Jangan kan anak-anak millenial yang berpikiran bebas dan merdeka itu, generasi tua yang mempidatokan Pancasila juga kerap engga paham juga apa itu Pancasila.  Sebab tak ada tafsir pancasila yang baku, yang menjadi rujukan kolektif. Sehingga setiap kelompok bahkan individu memahami Pancasila dengan caranya masing-masing. Semuanya dalam rangka proses memahami dan memaknai. Siapa yang salah? Ya mereka yang paham Pancasila itu. Tidak merumusman nilai-nilainya dalam skala yang praktis.  ...

PERPUSTAKAAN DI RUMAH KITA

Gambar
PEMBAHASAN kita kali ini sangat sederhana, yaitu menjadikan rumah kita sebagai perpustakaan buku. Agak gila dan ideal memang, sebab hanya sedikit orang yang di rumahnya memiliki perpustakaan atau sekadar ruang khusus untuk buku.  Saya tentu tak hendak menggurui pembaca yang lebih paham mengenai hal ini. Saya hanya berbagi inspirasi yang kiranya bermanfaat dan menambah stok semangat kita semua dalam membangun dan mengembangkan tradisi literasi khususnya baca dan tulis di rumah kita masing-masing.  Lalu, mengapa kita mesti menjadikan rumah kita sebagai perpustakaan buku?  PERTAMA, dapat memudahkan diri kita untuk membaca buku.  Ya, kalau di rumah kita banyak buku dan ada tempat khusus, hal itu akan memudahkan kita untuk membaca buku. Kita tak mesti ke toko buku. Cukup tengok kiri-kanan, ktemu deh jodohnya. Eh maksud saya bukunya.  KEDUA, menjadi lingkungan pendukung semangat kita dalam membaca.  Membaca itu perlu lingkungan yang men...

PANCASILA DAN TERORIS WARISAN PENJAJAH 

Gambar
GEGARA saya menyatakan Pancasila itu islami banget, Pancasila tak merintangi Islam dan share foto romantis dengan istri, saya langsung dibilang kaum radikalis, ekstrimis, fundamentalis dan teroris oleh segelintir kelompok. Bayangkan saja, seunyu dan setoleran begini saya dibilang teroris. Kamu teroris!  Setelah saya cek media sosial mereka, sepertinya mereka ini terpapar ideologi penjajah Belanda. Terlihat sekali dari status facebook dan obrolan sekelompok mereka. Ingin menjajah dan terus membangun propaganda anti Islam dan umat Islam. Mungkin mereka juga yang selama ini kampanye agar menjadi pengikut penjajah Belanda. Ya, panggilan seperti itu terutama "Kamu Teroris" itu sudah menjadi kebiasaan mereka selama ini. Bukan sekali tapi berkali-kali.  Sudah berapa kali akun-akun mereka menyerang saya. Pokoe inginnya jos deh. Bukan saja saya sebagai pribadi tapi juga sebagai umat Islam. Kata-katanya juga sangat tak bermutu. Ada yang mengaku memimpin organisasi sosial, ak...

PANCASILA DAN PROPAGANDA WARISAN BELANDA 

Gambar
KALAU saya bilang Pancasila menurut Islam ya suka-suka saya lah. Terserah saya. Semaunya saya. Emang ada yang salah? Mengapa ente yang sewot dan panas-dingin gegara itu? Tinggal bilang aja berdasarkan agama ente. Engga usah takut. Itu juga kalau ente punya agama.  Ente punya perspektif kan? Ente punya perspektif menurut agama ente kan? Atau apa kek, ya tulis saja. Kalau engga ada, ya engga usah ngomel dan ngamuk-ngamuk di laman facebook. Itu silakan kaji menurut agama atau pemahaman ente. Atau salahin agama ente sendiri juga terserah ente. Jangan salahin saya dan agama saya.  Terlihat sekali ente ini suka mabuk-mabukan dan berwatak penjajah. Buktinya, ente langsung menuduh saya radikal, fundamentalis, ekstrimis dan teroris hanya gegara saya bilang Pancasila itu islami banget. Makanya kalau bingung, jangan kebanyakan lihat ke dalam, sesekali lihat keluar. Salahin diri sendiri, jangan salahin orang.  Nah ini dia warisan penjajah Belanda yang masih bersarang d...