Postingan

MARI MENULIS, MENCICIL SEJARAH!

Gambar
Menulis adalah tugas sejarah. Ia berpijak pada nilai dan prinsip keluhuran. Bahwa idealisme tak boleh terhempas karena realisme. Walau secara teknis konten tetap memadukan antar keduanya, namun itu tak berarti meleburkan kejelasan tujuan pada syahwat pragmatisme.  Dalam konteks itulah dibutuhkan apa yang disebut dengan adaptasi atau kontekstualisasi. Konsistensi dan kesetiaan pada perspektif semacam itu bukan saja berat tapi juga penuh godaan. Sebab di sini bukan lagi soal melahirkan kata-kata atau tradisi menulis, tapi juga substansi narasinya.  Sejarah adalah pergulatan ide dan ide, narasi dan narasi, serta teks dan konteksnya. Maka literasi tak melulu soal jumlah kata dan akumulasi produksi dokumen dalam bentuk buku dan serupanya. Literasi juga berbicara soal produksi ide dan narasi yang adaptif dengan kebutuhan zaman.  Berikutnya, sejarah adalah akumulasi ide dan narasi generasi lintas zaman. Maka pergulatan hari ini sejatinya lanjutan atau mungkin bentuk adaptasi dar...

IKHTIAR MENJADI PENDIDIK HEBAT

Gambar
SALAH satu kunci penting pendidikan selain kurikulum dan sarana prasarana adalah pendidik. Pendidik memiliki peran strategis karena merekalah yang berhubungan langsung dangan peserta didik, mahasiswa dan anak. Bisa dikatakan sebagian besar waktu pendidik bersama dengan mereka.  Selama ini pendidik selalu disematkan pada guru. Karena dipahami bahwa para gurulah yang mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan atau pelajaran kepada peserta didik. Anak pun mengenal abjad karena jasa para guru. Keteladanan guru pun kerap mempengaruhi peserta didik dalam menjalani kehidupannya kelak. Dengan demikian sangat wajar bila guru akrab juga dinamai sebagai pendidik.  Kalau ditelisik secara mendalam, pendidik pada dasarnya bukan saja guru di sekolah, ustaz di madrasah atau dosen di perguruan tinggi saja. Orangtua anak di rumah juga merupakan pendidik. Bahkan bila ditelisik lebih mendalam lagi dari berbagai perspektif, peran dan tanggungjawab orangtua sangat penting. Orangtua adalah pendidik perta...

GIAT MEMBACA, HOBI MENULIS

Gambar
Perkembangan media massa dan media online serta teknologi informasi akhir-akhir semakin tak terbendung. Semua aspek kehidupan umat manusia hampir semuanya berlabuh melalui berbagai media. Kreatifitas, inovasi dan keunikan konten serta kecanggihan kemasan membuatnya menjadi berbeda.  Di sela-sela fenomena semacam itu lalu muncul semangat baru dalam dunia literasi terutama menulis. Hampir semua yang memiliki handphon bisa dipastikan pernah menulis. Sehingga sebagian menjadikannya sebagai media belajar untuk menghasilkan karya tulis yang bermanfaat.  Saya sendiri baru belajar dan tersadarkan betapa fenomena di atas adalah anugerah dari Allah. Semuanya bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Bila pun untuk sebagian orang menggunakannya untuk kejahatan atau keburukan, itu fenomena lain.  Dalam konteks literasi, siapapun sejatinya bisa memanfaatkan media dan fenomena yang ada untuk menghasilkan karya bermanfaat. Misalnya, seseorang bisa menulis status ata...

BERMEDIA SOSIAL ITU MESTI MEMBAHAGIAKAN!

Gambar
Media sosial adalah salah satu ciri utama era milenial ini. Berbagai kalangan baik komunitas maupun personal memiliki akun media sosial. Ada Facecook, WhatsApp, Instagram, Blog dan masih banyak lagi. Pokoknya dunia yang begitu besar seakan diwakili oleh media sosial. Semuanya saling terkait dan mudah dipantau. Jarak pun nyaris menjadi hilang seketika karena semua bisa diakses sekita juga.  Bila ada yang statusnya suka foto selfi, biarkan saja. Kata teman saya, mungkin dia cantik dan manis atau ganteng makanya foto-foto terus. Atau mungkin lagi syukur nikmat dengan caranya sendiri. Kalau kita mau, silahkan saja foto sendiri di kebun binatang saingan sama penduduk kebun binatang. Pamer senyuman di sekitaran hutan belantara. Bakal seru dan ramai tuh. Silahkan berbahagia dengan para binatang!  Ada lagi yang statusnya suka marah-marah alias ngamuk seperti kerasukan jin tomang. Kita tak usah ribut dan ikutan heboh, biarkan saja. Itu suka-suka orang. Yang punya tenaga dia dan yang pu...

MENANTI APRESIASI RIL PEMKOT CIREBON DAN PEMDA MANGGARAI BARAT KEPADA BUKU SEBAGAI PRODUK LITERASI

Gambar
Alhamdulillah saya turut haru dan bangga karena Wakil Walikota Cirebon Dra. Hj. Eti Herawati dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Cirebon Drs. H. Jaja Sulaeman, M.Pd sudah memiliki dan tentu saja bakal membaca buku saya yang berjudul "Selamat Datang Di Manggarai Barat".  Kedua pejabat penting di Kota Cirebon ini sangat mengapresiasi buku setebal 200 halaman yang terbit pada November 2019 silam ini. Bahkan keduanya mendukung aktivitas saya yang kini sedang menggarap naskah buku baru yang membahas tentang Cirebon. Tepatnya tentang destinasi wisata Kota Cirebon.  Naskah buku bergenre destinasi ini sudah ada dan menjelang tuntas. Tinggal penyesuaian kata, data dan foto saja. Buku ini rencananya akan terbit pada akhir Oktober 2020. Ini hanyalah salah satu apresiasi saya atas keunikan dan keunggulan Kota Cirebon yang sudah saya cumbui sejak 7 Oktober 2010 silam hingga kini.  Itulah sedikit inspirasi yang saya peroleh hari ini. Ya hari ini Jumat 11 September 2020 pukul 1...

TERPILIHNYA PENGURUS PERTAMA FORUM PENULIS KOLOM WACANA RADAR CIREBON

Gambar
Alhamdulillah hari ini Rabu 12 Agustus 2020 pertemuan Forum Penulis Kolom Wacana Radar Cirebon (FP Radar Cirebon) di ruang Redaksi Radar Cirebon berjalan dengan baik. Persahabatan dan keakraban sesama anggota terasa sekali. Membincang kepenulisan dari berbagai sisi dengan tetap menyesuaikan dan menghormati latar belakang dan pengalaman masing-masing.  Pada pertemuan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan dihadiri oleh belasan peserta yang berasal dari lintas profesi dan latar belakang. Walau begitu beragam, semua peserta punya semangat yang sama dalam dunia kepenulisan yaitu menjadikan aktivitas menulis sebagai kerja kebudayaan dan peradaban.  Suasana semakin cair dan rileks karena forum ini tidak terikat dengan Radar Cirebon Group. Ia benar-benar independen. Sehingga pada saat peserta mengenalkan diri dan saling mendengarkan pemaparan terkait pengalaman masing-masing, pada pertemuan ini juga dibincangkan mengenai apa yang mungkin dilakukan ke depan. Sekadar menyebut sebagia...

LAGI MENULIS, MENULIS LAGI!

Gambar
Alhamdulillah hari ini Rabu 12 Agustus 2020 saya bisa bersua kembali dengan para penulis lintas profesi dan latar belakang di ruang redaksi Radar Cirebon, yang beralamat di Jl. Perjuangan, Kota Cirebon-Jawa Barat.  Turut hadir pada kesempatan ini Pak Yuda Sanjaya, Pak Deny Rochman, Pak Max Wibi, Pak Indra Yusuf, Pak Imam Ahmad, Pak Akbar Sucipto, Mas Very Wahyudi dan beberapa penulis lainnya termasuk dari kalangan Ibu-ibu. Ada yang berasal dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan sekitarnya.  Menjelang pertemuan, di sela-sela duduk santai di warung kopi Waw di lantai dasar Graha Pena, Pak Wibi berbagi cerita seputar kepenulisan. Salah satu ungkapan yang menarik dari penggawa edisi online Radar Cirebon yang saya ingat adalah "Menulis itu mesti dari kesadaran diri, bukan paksaan".  Pak Wibi, insyaa Allah pada kesempatan lain saya akan elaborasi lebih lanjut dalam bentuk tulisan ya. Bagi saya ungkapan sederhana tersebut kaya makna dan pesan. Karena Pak ...