Postingan

Setiap Bertemu Tokoh Mesti Jadi Buku!

Gambar
SUATU ketika saya mendapat kiriman komentar dari seorang tentang saya yang kerap foto bareng dengan banyak tokoh nasional, baik politisi maupun pengusaha juga tokoh lainnya. "Ah itu sekadar foto bareng, engga ada manfaatnya dan engga punya dampak apa-apa. Siapapun bisa begitu. Masa bertemu orang bisa ditulis dan menjadi buku?", tulisnya.   Bagi saya, ungkapan semacam ini bukan hinaan, tapi justru menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkarya. Sejak kecil saya termasuk yang terbiasa melihat para pejabat pemerintah. Terutama ketika ayah saya menjadi pengurus desa, termasuk saat sebelumnya menjadi Kepala Dusun dan Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD).  Kelak ketika melanjutkan pendidikan di Lombok Barat, NTB dan Bandung, saya sudah terbiasa melihat dan berjabat tangan dengan para pejabat apapun. Bahkan saat mahasiswa saya beberapa kali mengundang mereka bila mengadakan kegiatan organisasi dan kemahasiswaan. Belakangan, saya sering satu panggung dengan para pejaba...

Acuhkan Hinaan, Biarkan Buku Berbicara!

Gambar
Alhamdulillah setiap perjuangan dan pengorbanan yang saya lalui selama ini tak mengkhianati hasil. Setelah melakukan proses dari wawancara dan penulisan hingga editing selama sebulan lebih, akhirnya buku biografi berjudul "ESTI ROYANI; Motivasi dan Pengalaman Hidup serta Liku-liku Meniti Karier" terbit juga, tepatnya Mei 2024 lalu.  Buku setebal 210 halaman ukuran 14 x 21 ini merupakan salah satu dari belasan buku biografi tokoh yang saya tulis selama satu dekade terakhir. Buku ini tepatnya adalah biografi seorang akademisi asal Kalimantan Timur, Esti Royani, yang saya tulis pada 14-28 Maret 2024 lalu. Seingat saya, saat itu momentum bulan Ramadhan tahun 2024.  Dalam beberapa bisikan, saya mendapat kabar bahwa ada saja orang yang mengatakan begini, "Ah itu mah bukan buku", "Walah sejak kapan dia bisa menulis semacam itu?", "Memang dia bisa mengenal tokoh ini itu dari mana?", "Orang kampung kok mengaku kenal tokoh ini itu, memang bisa?",...

Pipiet Senja; Penulis dan Pahlawan Literasi Indonesia

Gambar
NAMA aslinya Etty Hadiwati Arief, sementara nama penanya adalah Pipiet Senja. Sehingga ia pun dikenal di dunia kepenulisan tanah air hingga mancanegara sebagai Pipiet Senja. Ia lahir di Sumedang, Jawa Barat pada 16 Mei 1957 silam. Ia adalah putri sulung pasangan Mayor (Purn) Chb SM Arief, seorang pejuang kemerdekaan asal Cimahi, dengan Hj. Siti Hadijah. Pipiet Senja, demikian ia dikenal di dunia kepenulisan Indonesia bahkan luar negeri, memiliki lima orang adik, yaitu Eddy Rudiana Arief, Emmi Arief, Erry Arief, dan Enni Arief serta lima orang cucu.  Pipiet Senja menulis sejak 1975, saat usianya menginjak 18 tahun. Ia dikenal sebagai penulis yang sangat produktif. Ia juga dikenal sebagai novelis, penyair, cerpenis, dan penulis cerita anak. Tidak kurang ratusan novel telah digarapnya, baik dalam Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Sunda.  Sepak Terjang dan Karya Tulis  Walaupun harus ditransfusi darah secara berkala seumur hidup karena penyakit kelainan darah bawaan, "Thallasem...

Menyicil Artikel Menjadi Buku

Gambar
Alhamdulillah puluhan artikel saya tentang Muhammadiyah atau berkaitan dengan Muhammadiyah diterbitkan menjadi buku. Begitulah cara saya menulis selama ini. Saya menyicil dari artikel pendek. Bukan menulis langsung menjadi buku. Dengan begitu, hambatan menulis tidak seberat bila saya langsung menulis satu naskah buku.  Itu jawaban sederhana saya atas pertanyaan sekaligus keheranan pembaca pada saya perihal buku saya yang selalu hadir setiap bulan, bahkan sering lebih dari satu buku. "Kok bisa ya menulis buku secepat itu?", "Masa iya bisa menulis buku secepat itu?", "Bagaimana cara memulainya biar jadi buku?", begitu pertanyaan mereka dan pertanyaan lainnya. Saya pernah menjadi anggota Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cirebon selama satu periode, bahkan lebih 2 tahun karena bencana Covid-19. Keaktifan saya di sini punya dampak baik pada giat saya untuk terus menulis setiap hari. Saya pun sering menulis tentang Mu...

Prabowo Subianto; Optimisme, Kepemimpinan dan Sepak Terjang

Gambar
Alhamdulillah menjelang satu tahun kepemimpinan Prabowo Subianto telah memberi dampak pada kemajuan bangsa Indonesia dalam berbagai sisi. Catatan kaki tentu saja tak sedikit, itu sangat wajar dan perlu didengar sebagai evaluasi dan masukan berharga untuk perbaikan ke depan. Justru suara kritik harus menjadi energi perbaikan.  Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu hingga saat ini, saya selalu memberi catatan atas berbagai langkah dan kebijakan Prabowo Subianto. Terhitung ada 100-lebih tulisan yang terpublikasi, 42 diantaranya saya masukkan ke dalam buku terbaru saya yang berjudul "Prabowo Subianto; Optimisme, Kepemimpinan dan Sepak Terjang" setebal 266 halaman.  Buku ini terdiri dari Tiga Bagian, Bagian I mengulas tentang komitmen, sikap dan langkah politik Prabowo Subianto; Bagian II mengulas tentang optimisme, kebijakan dan langkah tegas Prabowo Subianto dalam melawan korupsi; dan Bagian III mengulas tentang sepak terjang, langkah konkret dan diplomasi luar negeri Prabowo...

Jadilah Nahkoda yang Bertindak!

Gambar
PUA adalah sosok yang memilih jalan yang tak mampu dipilih oleh semua orang. Hal itu dilaluinya sejak masa kecil hingga kelak meninggal. Saat SD, SMP hingga SMA, Pua sudah memilih menjadi sosok pelajar yang giat dalam belajar dan berprestasi. Bahkan kerap menjadi bintang kelas juga bintang sekolah pada zamannya. Kelak setelah mendapatkan amanah sebagai guru di SDK Naga medio 1971-1974 pun, Pua sudah memilih jalan yang asing. Yaitu menjadi nahkoda perubahan!  Tidak cukup di situ, kelak ketika sudah menikah dan hidup bermasyarakat di Cereng, Pua memilih jalan itu kembali sebagai satu langkah yang lebih konkret. Dalam perspektif Salsabiela dalam bukunya “Art of Leadership”—Memimpin Itu Ada Seninya” (2021), Pua adalah sosok pemimpin yang memiliki aura kepemimpinan yaitu kaya gagasan dan menjadi teladan yang menjalankan gagasannya.   Baginya, menempuh pendidikan saja tak cukup, sebab ada kewajiban lanjutan yang mesti dijalani yaitu menjadi pelaku perubahan menuju kemajuan. Bai...

Jangan Lupa pada MBG Orang Kampung!

Gambar
SIAPA pun akrab dengan salah satu program makan bergizi gratis atau MBG yang diperuntukkan bagi pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Program ini merupakan salah satu program yang dijalankan oleh kabinet Merah - Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang memenangkan Pilpres 2024 lalu.  Saya orang kampung dan memang asli kampung. Di kampung biasanya akrab dengan ubi, pisang dan jagung. Baik yang dimasak maupun yang dibakar. Biasanya dinikmati pada pagi atau sore hari, atau musim hujan tiba. Ayah saya atau Pua sangat akrab dengan tiga makanan khas orang kampung. Ketiganya merupakan makanan bergizi yang diperoleh secara gratis dari kebun milik sendiri.  Biasanya, tiga makanan bergizi tersebut ditemani oleh air gula merah atau gula putih. Atau ada juga yang menggunakan teh manis hangat, atau air kopi asli yang hangat dan manis. Bila ada tetangga yang bertemu atau sekedar acara kumpul keluarga, biasanya itulah makanan dan minuman rutin yan...