Postingan

Mengingat Kembali Pendidikan Utama Anak

Gambar
HAMPIR seluruh kaum muslimin, terutama kalangan pesantren hafal betul sebuah hadits nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang tiga amalan manusia yang tidak terputus ketika seseorang mati kelak. Hadits yang dimaksud adalah “Apabila manusia meninggal dunia maka amalnya terputus darinya kecuali tiga perkara, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendo’akan orangtuanya” (HR. Muslim). Ya , menjadi orangtua adalah idaman semua orang. Itu berarti, paling tidak hampir semua orang hendak dan rindu memiliki keuturunan, berupa anak-anak yang saleh dan bermanfaat bagi banyak orang. Untuk tujuan dan orientasi mulia semacam itu, ternyata dalam Islam sudah termaktub dengan jelas apa kewajiban atau yang mesti dilakukan orangtua si anak, yaitu mendidik anak, mewujudkan pendidikan pada anak.

Kesadaran Kolektif Di Tengah Bencana

Gambar
BEBERAPA waktu lalu kita dikagetkan oleh bencana gempa di Lombok Utara dan sekitarnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ya, mesti diakui bahwa diantara masalah kerap menjadi langganan negeri ini adalah bencana alam dalam berbagai bentuknya; dari tsunami, longsor, banjir, gunung berapi, macet, tabrakan, kebakaran dan sebagainya, termasuk gempa bumi yang baru saja terjadi. Korban pun nyaris tak terhitung, dari nyawa manusia, rumah warga, infrastruktur, dan sebagainya.    

Menelisik Keberagamaan Generasi Millenial

Gambar
RABU (25/7/2018) lalu Kota Cirebon kehadiran seorang dai muda Ustad Evie Effendi, yang berapa tahun terakhir mendapat respon yang begitu luas dari berbagai kalangan, terutama kalangan muda atau yang kerap dikenal sebagai generasi millenial. Dai muda asal Kota Kembang (Bandung) ini hadir sebagai narasumber pada pengajian bertema “Perjalanan Hati Menuju Tanah Suci” yang diselenggarakan atas kerjasama Islamic Center Cirebon (ICC)-DKM At-Taqwa, Biroh Umroh Cirebon, Global Wisata, WIKA, dan TDA Community Cirebon. Pada sambutannya, Kang Ahmad Yani selaku Ketua ICC sekaligus Ketua DKM At-Taqwa Cirebon menyampaikan bahwa acara yang diadakan di gedung ICC dan dihadiri 7.000-an lebih peserta beragam latar belakang ini merupakan program ICC-DKM At-Taqwa, yang didukung oleh berbagai pihak serta respon lanjutan atas usulan berbagai kalangan perihal pentingnya penguatan karakter dan moral keislaman, terutama generasi millenial yang akhir-akhir ini menghadapi berbagai tantangan yang sema...

Urgensi Pendidikan Keluarga

Gambar
MENYAKSIKAN berbagai peristiwa dan masalah yang menyelimuti generasi muda akhir-akhir ini membuat kita nyaris tak pernah berhenti mengeluskan dada. Tak sedikit diantara mereka yang terlibat dalam berbagai pelanggaran hukum, misalnya, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, balapan liar, tawuran, seks bebas hingga pembunuhan. Keadaannya semakin menjadi-jadi ketika keluarga—yang menurut Ramayulis (2010)—sebagai bagian dari pendidikan utama manusia, secara fungsional dan efektifitas tidak hadir secara ril sebagai pusat pendidikan yang sesungguhnya.  

Kembalilah ke Pendidikan Adab!

Gambar
RABU (11/7/2018) lalu saya menghadiri acara Pelatihan Sehari bertema “Pendidikan Berbasis Adab” di Andalus City, Kota Cirebon-Jawa Barat. Acara yang diparkarsai oleh Pengusaha sekaligus Pengelola Pendidikan “Cirebon Islamic School” (CIS), H. Dede Muharam Lc dan yang dihadiri oleh penggiat pendidikan di Kota Cirebon dan sekitarnya tersebut menghadirkan cendekiawan muslim yang juga Ketua Porgram Studi Magister dan Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, Dr. Adian Husaini MA, sebagai narasumber tunggal. Tulisan ini adalah tindaklanjut sekaligus “perekam” sebagian poin penting yang mampu saya tangkap dari acara yang dihadiri oleh sekitar 250 peserta tersebut. Pertama , tantangan utama umat Islam sekarang ini adalah kekacaun ilmu. Menurut Adian Husaini, posisi dan peran ilmu dalam Islam sangat penting dan strategis. Namun demikian, keunggulan konsep keilmuan Islam kerap dipahami secara keliru, sehingga sering kali muncul berbagai pemahaman yang justru me...

Sejarah Pengembangan Kurikulum di Indonesia

Gambar
DI DALAM Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia tertera dengan jelas tentang tujuan berbangsa dan bernegara, salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa, yang kemudian diperjelas dalam pasal 31 ayat 1-5 tentang pendidikan dan kebudayaan. Sebagai tindak lanjut, maka disusunlah berbagai peraturan perundang-undangan terkait dengan pendidikan sekaligus kurikulum yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan zaman.  

Islam dan Guru Sebagai Penentu Anak Berkarakter

Gambar
MENURUT ajaran Islam, pendidikan adalah kebutuhan hidup manusia yang mutlak harus dipenuhi, demi untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan pendidikan itu pula manusia akan mendapatkan berbagai macam ilmu pengetahuan untuk bekal dalam hidup dan kehidupannya.     Pendidikan Islam sendiri merupakan disiplin ilmu yang di dalamnya mengandung berbagai dimensi. Seperti dimensi manusia sebagai subyek atau pelaku pendidikan (baik berstatus sebagai pendidik atau peserta didik), maupun dimensi landasan, tujuan, materi atau kurikulum, metodologi, dan dimensi institusi dalam penyelengaraan pendidikan. Dimensi-dimensi tersebut merupakan faktor penting yang mendukung keberhasilan pelaksanaan proses kegiatan pendidikan, dan masing-masing dimensi ini memiliki paradigma fungsional sendiri-sendiri dan saling terkait bersinergi dalam sebuah sistem pendidikan.